Senin, 03 Desember 2012

Cara memelihara ayam kampung pedaging



Minggu, 09 September 2012

Cara memelihara ayam kampung pedaging


Mengubah sistem beternak ayam kampung dari sistem ekstensif ke sistem semi intensif atau intensif memang tidak mudah, apalagi cara beternak sistem tradisional (ekstensif) sudah mendarah daging di masyarakat kita. Akan tetapi, kalau dilihat nilai kemanfaatan dan hasil yang dicapai tentu akan menjadi faktor pendorong tersendiri untuk mencoba beternak dengan sistem intensif. Menurut Pararto Wicaksono, untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam usaha beternak ayam kampung, maka perlu kiranya memperhatikan beberapa hal berikut :
1. Bibit
Bibit mempunyai kontribusi sebesar 30% dalam keberhasilan suatu usaha peternakan. Bibit ayam kampung (DOC) dapat diperoleh dengan cara : membeli DOC ayam kampung langsung dari pembibit, membeli telur tetas dan menetaskannya sendiri, atau membeli indukan untuk menghasilkan telur tetas kemudian ditetaskan sendiri baik secara alami atau dengan bantuan mesin penetas. Kami tidak akan menguraikan sisi negatif dan positif cara mendapatkan DOC ayam kampung karena akan memerlukan halaman yang panjang nantinya. Secara singkat DOC ayam kampung yang sehat dan baik mempunyai kriteria sebagai berikut : dapat berdiri tegap, sehat dan tidak cacat, mata bersinar, pusar terserap sempurna, bulu bersih dan mengkilap, tanggal menetas tidak lebih lambat atau cepat.
2. Pakan
Kita ketahui bersama bahwa pakan mempunyai kontribusi sebesar 30% dalam keberhasilan suatu usaha. Pakan untuk ayam kampung pedaging sebenarnya sangat fleksibel dan tidak serumit kalau kita beternak ayam pedaging, petelur atau puyuh sekalipun. Bahan pakan yang bisa diberikan antara lain : konsentrat, dedak, jagung, pakan alternatif seperti sisa dapur/warung, roti BS, mie instant remuk, bihun BS, dan lain sebagainya. Yang terpenting dalam menyusun atau memberikan ransum adalah kita tetap memperhatikan kebutuhan nutrisi ayam kampung yaitu protein kasar (PK) sebesar 12% dan energi metabolis (EM) sebesar 2500 Kkal/kg.
Jumlah pakan yang diberikan sesuai tingkatan umur adalah sebagai berikut :
* 7 gram/per hari sampai umur 1 minggu
* 19 gram/per hari sampai umur 2 minggu
* 34 gram/per hari sampai umur 3 minggu
* 47 gram/per hari sampai umur 4 minggu
* 58 gram/per hari sampai umur 5 minggu
* 66 gram/per hari sampai umur 6 minggu
* 72 gram/per hari sampai umur 7 minggu
* 74 gram/per hari sampai umur 8 minggu
Sedangkan air diberikan secara ad libitum (tak terbatas) dan pada tahap-tahap awal pemeliharaan perlu dicampur dengan vitamin+antibiotika.
3. Perkandangan
Syarat kandang yang baik : jarak kandang dengan permukiman minimal 5 m, tidak lembab, sinar matahari pagi dapat masuk dan sirkulasi udara cukup baik. Sebaiknya memilih lokasi yang agak rindang dan terhalangi oleh bangunan atau tembok lain agar angin tidak berhembus langsung ke dalam kandang. Penyucihamaan kandang dan peralatannya dilakukan secara teratur sebagai usaha biosecurity dengan menggunakan desinfektan yang tepat dan tidak membahayakan bagi ternak itu sendiri. Banyak pilihan jenis desinfektan yang ditawarkan oleh berbagai produsen pembuatan obat.
 Ukuran kandang : tidak ada ukuran standar kandang yang ideal, akan tetapi ada anjuran sebaiknya lebar kandang antara 4-8 m dan panjang kandang tidak lebih dari 70 m. Yang perlu mendapat perhatian adalah daya tampung atau kapasitas kandang. Tiap meter persegi sebaiknya diisi antara 45-55 ekor DOC ayam kampung sampai umur 2 minggu, kemudian jumlahnya dikurangi sesuai dengan bertambahnya umur ayam. Bentuk kandang yang dianjurkan adalah bentuk postal dengan lantai yang dilapisi litter yang terdiri dari campuran sekam, serbuk gergaji dan kapur setebal ± 15 cm. Model atap monitor yang terdiri dari dua sisi dengan bagian puncaknya ada lubang sebagai ventilasi dan bahan atap menggunakan genteng atau asbes.
Pemeliharaan ayam kampung di bagi dalam dua fase yaitu fase starter (umur 1-4 minggu) dan fase finisher (umur 5-8 minggu). Pada fase starter biasanya digunakan kandang bok (dengan pemanas) bisa bok khusus atau juga kandang postal yang diberi pagar. Suhu dalam kandang bok biasanya berkisar antara 30-32°C. Pada fase finisher digunakan kandang ren atau postal seperti model pemeliharaan ayam broiler.
 4. Manajemen Pemeliharaan
Manajemen atau tatalaksana pemeliharaan memegang peranan tertinggi dalam keberhasilan suatu usaha peternakan yaitu sekitar 40%. Bibit berkualitas serta pakan yang berkualitas belum tentu memberikan jaminan keberhasilan suatu usaha apabila manajemen pemeliharaan yang diterapkan tidak tepat. Sistem pemeliharaan pada ayam kampung bisa dilakukan dengan 3 cara yaitu :
* Ekstensif /tradisional (diumbar), tanpa ada kontrol pakan dan kesehatan
* Semi intensif (disediakan kandang dengan halaman berpagar), ada kontrol pakan dan kesehatan ternak akan tetapi tidak ketat
* Intensif (dikandangkan seperti ayam ras), ada kontrol pakan dan kesehatan dengan ketat
Model pemeliharaan ayam kampung secara intensif lebih disarankan dari yang lainnya terutama dalam hal kontrol penyakit. Sebenarnya masih banyak lagi manfaat dari cara beternak secara intensif, akan tetapi kami tidak dapat menguraikannya di sini.
5. Pengendalian Penyakit
Hal yang tak kalah pentingnya adalah pengendalian penyakit. Kita semua akan setuju dengan statement “mencegah lebih baik daripada mengobati”. Pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan tindakan antara lain :
1. Menjaga sanitasi lingkungan kandang, peralatan kandang dan manusianya
2. Pemberian pakan yang fresh dan sesuai kebutuhan ternak
3. Melakukan vaksinasi secara teratur
4.Pemilihan lokasi peternakan di daerah yang bebas penyakit
5. Manajemen pemeliharaan yang baik
6. Kontrol terhadap binatang lain.
Demikian cara beternak ayam kampong pedaging, semoga dapat menambah pengetahuan kita dalam hal beternak dan menjadikan cara beternak kita lebih baik.(hms)
(Source : http://peternakan.umm.ac.id/en/umm-news-2455-cara-beternak-ayam-kampung-pedaging.html) 

Pemeliharaan DOC Ayam Kampung
Ditulis Oleh AHMAD MARYUKI on FRIDAY, SEPTEMBER 28, 2012 PADA 1:42 AM
doc umur 3 hari
Melihara DOC ayam kampung perlu perhatian khusus. DOC atau anakan adalah masa rentan terhadap kematian. Jadi, perlu penanganan dan memeliharaan serta perhatian yang ekstra demi mencegah kemungkinan kematian anak ayam tersebut. Dalam halaman ini kami ingin berbagi bagaimana cara merawat DOC atau anak ayam pada usia 1-7 hari.

DOC usia 1-7 hari termasuk usia kritis dimana usia tersebut sering terjadi kematian. Sering kami melihat ayam yang diliarkan bila seekor induk ayam bersama 9-12 anak ayam kemungkinan hanya bertahan 7-8 ekor hingga usia dewasa. Untuk itu bila kita memelihara sejak dari DOC umur 1-7 hari perlu usaha merawat anak ayam dengan serius. Adapun tips memelihara anakan umur 1-7 hari adalah sebagai berikut :

1. Perkandangan
Persiapan kandang DOC
Sesaat sebelum kita memiliki DOC usahakan untuk membuat kandang terlebih dahulu. Kandang ayam untuk 1-7 hari disebut brooder. Broder adalah kandang pemanas untuk menggantikan lindungan induk ayam. Karena anak ayam tersebut masih membutuhkan panas berlebih dibanding suhu dari luar. Tempatkan kandang tersebut di dalam rumah untuk menghindari dari pemangsa dll.
Syarat Kandang
Pastikan kandang untuk anak ayam memudahkan kita memantau dan mengambil ayam serta berbagai peralatan untuk pemeliharaannya. Kandang terlalu rapat dan susah dibuka akan menyulitkan kita mengambil ayam, tempat pakan dll. Usahakan kita mudah untuk memasukkan dan mengeluarkan ayam, pakan, tempat minum dll secara cepat.
Alas Kandang
Untuk alas sebaiknya adalah datar atau rata. Penempatan DOC pada alas berlubang seperti strimin akan menyebabkan kaki pengkor karena ayam susah berdiri dan dipaksa mencengkeram alas. Jika sahabat merasa repot dengan kotorannya, gunakan strimin yang berlubang kecil
Dinding Kandang
Dinding haruslah terbuat dari bahan yang kedap udara. Tahan air dan kurangi beberapa bahan yang mengandung besi atau kawat.

2. Peralatan
Peralatan yang dipakai untuk pemeliharaan DOC umur 1-7 hari adalah tempat pakan, tempat minum, dan pemanas.
a. Tempat Pakan
Pemberian tempat pakan bila kita ambil perbandingan adalah 2:1. Intinya tempat pakan haruslah melebihi dari kapasitas ayam. Misal dalam kandang terdapat 20 ekor, dan 1 tempat pakan memuat 10 ekor maka tempat pakan haruslah diberi 3 buah. Hal ini memungkinkan DOC ayam tidak berebut saat makan.
Bila sahabat mengalami masalah pakan anak ayam yang berhamburan karena dikais-kais, maka gunakan nampan dan beri pakan ayam. Kemudian di atas pakan tersebut diberi strimin agar pakan tidak berhamburan. Cara ini lebih efektif dan efisien dibanding tempat pakan yang dibiarkan terbuka lebar.
b. Tempat Minum
Berilah tempat minum dengan keadaan yang bersih. Bisa membeli di poultry terdekat atau membuat sendiri dengan bambu yang dilubangi tiap ruasnya seperti kentongan. Di daerah kami menyebut clonthang (bahasa jawa). Gantilah air dengan yang baru paling lama 2 hari se-kali.

c. Pemanas
Banyak sumber panas dapat digunakan untuk menggantikan tugas induknya. Gunakan lampu pijar dengan 25-60 Watt sesuai kebutuhan. Tentu dengan memperhatikan suhu ideal untuk anak ayam seperti poin 5.

3. Pembuatan Broder Sederhana
Broder sederhana, efektif dan efisien adalah penggunaan kardus dengan memberikan alas koran di bawahnya. Berilah pemanas seperti poin 2 c.

4. Pemberian Pakan dan minum
Seperti yang sudah kami tulis tentang jenis pakan ayam berdasar umur. Kita harus memberikan jenis pakan yang tepat. Jangan sampai DOC umur 1-7 hari diberi pakan kasar. Berilah BR1 yang sudah dihaluskan agar tidak terjadi berak dan pengerasan kotoran pada anus anak ayam. Anak ayam membutuhkan protein lebih tinggi dibanding ayam dewasa sebesar 19-24%. Protein yang cukup memungkinkan anak ayam tumbuh cepat dan bulu tumbuh lebih cepat. Kami memberikan protein hewani seperti ulat hongkong dll. Bila ulat hongkong terlalu mahal sahabat bisa memberikan pelet ikan sebagai pengganti. Saya jamin anak ayam akan super cepat pertumbuhannya.

Pemberian minum yang manis akan menyebabkan anak ayam makan dengan lahap. Jadi berilah air gula jawa atau sejenis secukupnya. Jangan sampai menimbulkan semut di area kandang. Kami biasa mencampurkan dengan air wortel untuk mencegah mata sayup akibat cahaya lampu terlalu terang.

5. Suhu dalam kandang
Kami sudah menulis tentang suhu tepat untuk ayam kampung khususnya DOC. Dimana suhu ideal adalah 29-33 derajat Celsius. Pastikan untuk tidak kurang atau lebih terlalu banyak.

6. Vaksin
Seperti prinsip metode pemeliharaan kami yaitu memproduksi ayam kampung organik. Kami tidak memberikan vaksin kepada anak ayam. Ini dimaksudkan agar ayam terbiasa sejak awal untuk tidak dimasuki kandungan berbahaya. Kami memberikan rendaman air kapur atau gamping (jawa) sebagai pengganti vaksin. Sahabat bisa mengganti pelarut vaksin dengan air kelapa muda jika vaksin terpaksa diberikan. Air kelapa muda (kelapa hijau) lebih tahan lama setelah diencerkan selama 2 kali lipat dibanding aturan pemberian vaksin yaitu 4 jam. Biasanya vaksin harus diberikan 2 jam setelah diencerkan.

7.  Pemantauan
Pemantauan pertumbuhan adalah kegiatan terakhir setelah langkah-langkah di atas dilakukan. Pengecekan bila ada anak ayam yang kurang bergairah atau bahkan menunjukkan gejala sakitharus cepat ditangani dan dipisahkan.

Seperti itulah pemeliharaan dan cara merawat doc ayam kampung versi kami. Semoga artikel kami bermanfaat dan membantu memecahkan masalah membesarkan DOC umur 1-7 hari. Ada keluhan, kritik dan saran? Jangan sungkan memberi tanggapan di kotak komentar. Salam sukses Peternak Ayam Indonesia!.

Cara Cepat memperbesar DOC ayam kampung super


Nah, berikut ini saya akan memberikan tips untuk anda cara cepat membesarkan anak ayam kampung super dengan citarasa daging mendekati atau bahkan mirip dengan ayam kampung lokal. Ini dia…

1. bibit ayam kampung yang kita pelihara haruslah ayam kampung super yang cepat besar, seperti yang saya punya contohnya.  Supaya perttumbuhan cepat dan bisa dipacu

2. usahakan kandang yang digunakan sistem umbaran, jangan di kandang batere.  Lebih baik lagi, alasnya tanah sehingga ayam bebas berkeliaran dan dalam kandang tersebut buatlah tangkringan ayam dari kayu atau bambu, kan ayam suka lompat, loncat dan nagkring, ini akan melatih otot ayam sehingga relatif kekar.

3. nah ini yang terpenting, rekayasa ransum.  Maksud saya begini, tidak usah pake teori yang canggih-canggih.  Kita tau kalo supaya ayam cepat besar, intinya ransum harus mengandung protein tinggi. Nah, protein ini bisa dicari dengan pakan pabrik (mis BR 1), atau kalo di desa saya “amis-amisan” dari ikan atau yuyu, keong atau tepung ikan.  Untuk praktisnya, saya mending beli BR 1.  Komposisi ransum yang saya gunakan adalah :

- anak ayam umur 0 – 25 hari = 100 % BR 1.  Pada umur ini jangan lupa, beri lampu/penerangan, selain supaya hangat juga bisa makan di malam hari.  Dan juga air minum diberi rebusan sayuran, contoh daun pepaya atau temu-temuan untuk menjaga kesehatan tubuh, anti cacing dan menjaga nafsu makan.

- umur 25 hr – 2 bulan = 30 % BR 1 : 30 % jagung giling halus : 40 % dedak padi halus.  Pada umur ini lampu sudah bisa dikurangi bertahap.

- umur 2 bulan keatas = 20 % konsentrat daging : 30 % jagung : 40 % dedak padi : 5 – 10 % sayuran.  (konsentrat bisa diganti tepung ikan/amis-amisan).  Saya biasa menambahkan sayuran untuk suplemen vitamin, mineral atau serat.  Sayuran/daun-daunan yang sering saya campurkan pada ransum adalah daun pepaya, daun singkong, daun “gudal meled” atau lengko, dan daun temu ireng.  Pada prinsipnya jenis daun yang berstruktur agak lunak bisa digunakan.  Pemberian sayuran pada ayam tentu saja harus dirajang atau diiris-iris dulu, kemudian kalau bisa direbus atau langsung dicampur ke ransum.  Oya, saya lebih suka menggunakan pakan basah.  Nah, dengan cara diatas, alhamdulillah selain ayam kampung cepat pertumbuhannya, juga sehat dan sejauh ini citarasanya seperti ayam kampung biasa.  Bobot ayam kampung super dengan ransum seperti kira-kira umur 2,5 – 3 bulan mencapai 1 kg-an lebih lah, walau ada yang kurang, ada yang lebih juga, dengan syarat ayam sehat, makanan teratur dan kandang mendapat cukup sinar matahari.
Sebenarnya komposisi pakan diatas, bisa diotak-atik sendiri.  Pada prinsipnya penambahan protein yang cukup signifikan akan berdampak pada cepatnya pertumbuhan ayam.   Saya menghindari 100 % pakan jadi dari pabrik, karena nanti pasti dagingnya lembek, walaupun pertumbuhaannya pesat. Oya, saya juga sering menambahkan pada pakan, yaitu singkong, talas maupun ubi.  Semua ini saya lakukan agar ayam kenyang dan yang penting struktur dagingnya yang pasti kenyal karena makannya beragam.  Untuk ayam dewasa menghabiskan kira-kira pakan 80 – 100 gram pakan, tergantung jenis ayam, umur, dan jenis kelamin

Memelihara DOC ayam kampung di dalam Box

Gambar Images Memelihara DOC ayam kampung di dalam Box
Memelihara DOC ayam kampung di dalam Box - Sebenarnya ada beberapa kelebihan dan kekurangan dalam memelihara anak ayam dalam box.

Hal-hal yang harus dihindari saat memelihara DOC ayam kampung super

Hal-hal yang harus dihindari saat memelihara DOC ayam kampung super
Ada beberapa hal yang harus anda hindari saat perawatan doc ayam kampung super, terutama umur 0 - 30 hari. Berdasarkan pengalaman saya dalam merawat dan membesarkan doc ayam kampung, sedikitnya mencatat ada lima hal yang sebaiknya dihindari. Insya ALLAH dengan menerapkan tips ini maka doc anda akan sehat dan cepat besar karena kesehatan dan pertumbuhan ayam yang sehat nantinya berawal dari pemeliharaan semenjak kecil.  Jadi sangat penting untuk merawat doc dengan benar. Tips ini juga berlaku untuk jenis-jenis ayam yang lain. 

1.  Jangan menempatkan doc yang baru menetas sembarangan di tempat yang kurang rapat, apalagi dicampur dengan induknya. DOC membutuhkan kandang yang rapat dan hangat oleh karena itu berilah lampu yang cukup selain itu juga agar DOC tsb bisa makan sepanjang hari sehingga pertumbuhan sehat dan maksimal.  Jangan biarkan induknya yang memelihara DOC, walau jumlahnya sedikit cuman 5 ekor,
continue reading...hal ini untuk mencegah supaya menjaga tidak mudah tertular penyakit ayam dewasa dan tidak diganggu ayam yanglain.  Berilah ventilasi secukupnya.

2.  Jangan memberi pakan yang kasar, terutama pada ayam umur 5 - 7 hari.  Sebaiknya pakan yang digunakan adalah pakan pabrik BR1 dan pada umur tsb ditumbuk hingga halus karena paruh mereka masih kecil dan sistem pencernaan masih belum sempurna.  Selain itu selama 30 hari sebaiknya pakan yang diberikan khusus pakan BR1 karena kandungan atau komposisi nutrisinya sudah cukup baik.  Berikan pakan yang cukup serta minuman diganti setiap hari.

CARA MENENTUKAN JENIS KELAMIN BIBIT AYAM (DOC) AYAM JANTAN ATAU BETINA

Posted by Himpro Ornitologi on February 14th, 2012
DOC merupakan singkatan dari Day Old Chick yang merupakan istilah untuk anak ayam yang berumur satu hari. Saat umur kurang dari satu bulan jenis ayam sulit untuk diketahui jenis kelaminnya. Hal tersebut menyebabkan orang awam tidak bisa membedakan jenis kelamin ayam pada usia tersebut.
Para peternak menggunakan beberapa cara sesuai dengan pengalamanya dibidang peternakan ayam untuk membedakan jenis kelamin pada anak ayam. Ada peternakan yang membedakan jenis kelamin anak ayam dengan cara melihat jengger, bulu, atau kaki anak ayam. Namun, Ada pula peternak yang melihat dari kloaka anak ayam tersebut. Metode ini anak ayam umur seharipun sudah dapat memastikan jenis kelaminya.
Sebelumnya, temen-temen harus mengetahui apa sih kloaka itu?. Kloaka (Latin: Cloaca) adalah lubang posterior (belakang tubuh) yang perfungsi sebagai satu-satunya lubang untuk saluran pencernaan, urin, dan genital pada spesies tertentu. Seperti pada bangsa burung, reptil, amfibi, dan ikan.
Cara memastikan jenis kelamin dengan metode melihat kloaka ini lebih tepat, tetapi lebih membutuhkan keterampilan dan pengalaman. Cara tersebut dapat dilakukakan paling lambat 36 jam setelah menetas. Pada saat tersebut anak ayam tidak perlu diberi makan dan minum karena masih ada cadangan makanan. Pada saat itu juga kloka tersebut belum mengeras sehingga memudahkan seleksi dan mengurangi stress pada DOC.
Nah, dari kloaka tersebut kita dapat memastikan apakah DOC itu jantan atau betina. Organ kelamin jantan akan tampak kecil sekali, bentuknya menyerupai seperti kepala jarum. Sedangkan pada betina bentuk itu jarang ditemukan.
http://ornitologi.lk.ipb.ac.id/files/2012/02/memilih-anak-ayam-jantan-dan-betina.jpg

Bagaimana sih langkah-langkahnya? Begini caranya:
1.            Anak ayam yang baru menetas dipegang dengan tangan kanan
2.            Lehernya dijepit di antara jari tengah dan jari manis tangan kiri
3.            Perut bagian bawah diraba dengan ibu jari dan kelingking tangan kiri. Hal ini untuk memberihkan feses yang terdapat pada anus
4.            Kemudian punggung DOC diketuk-ketuk perlahan dangan jari tengah tangan kiri hingga kotoran terjatuh
5.            Bagian bawah lubang kloaka ditekan dengan ibu jari tangan mengarah ke atas
6.            Telunjuk tangan kanan juga ditaruh pada anus
7.            Ketiga jari- telunjuk kanan, ibu jari kanan, dan ibu jari  kiri- digerakan bersama-sama sehingga anus terbuka dan kloaka bagian dalam menonjol keluar
8.            Kloka dapat diamati di bawah lampu atau di penyinaran yang cukup. Jika ada tonjolan sebesar kepala jarum berarti DOC tersebut jantan.
Semoga info tersebut memberikan informasi dan ilmu kepada kita semua untuk membedakan jenis kelamin DOC.

Bibit/Doc yang berkualitas mempunyai peran penting dalam keberhasilan usaha beternah ayam kampung, peternak ayam kampung sebaiknya selektif dalam memilih pembibit/breeder doc untuk usaha ternak nya. Bibit atau Doc ayam kampung berkualitas hanyalah berasal dari pembibit yang berkualitas dan berpengalaman dalam pembibitan doc.
Beberapa ciri bibit atau doc ayam kampung yang berkualitas diantaranya adalah :
1.     Berasal dari indukan yang sudah mempunyai  umur yang matang.
2.     Bebas dari penyakit dan mempunyai kekebalan dari indukan.
3.     Doc terlihat lincah
4.     Mata cerah dan bulu komplit
5.     Anus bersih
6.     Besar tubuh ayam normal
Dengan mendapatkan bibit atau doc ayam kampung berkualitas dengan ciri-ciri seperti diatas maka para pelaku usaha beternak ayam kampung tidak perlu waspada dengan kemungkinan kendala yang di alami dalam masa ternak ayam kampungnya dan mendapatkan hasil yang maksimal pada waktu panen
Diposkan oleh Redaksi Kompak di 06:10
Share on :
digg
http://1.bp.blogspot.com/-6iXLzOBaFHA/UJ0Oq3YP13I/AAAAAAAAAZM/u8DGIhgBpyM/s200/telurk.jpgDi era modern sekarang ini metode penetasan telur kalkun pun menggunakan Mesin Tetas telur kalkun dengan berbagai macam model. Dengan demikian peluang usaha dari unggas  ini cukup  terbuka lebar bagi peternak yang berminat menggelutinya. Tidak hanya dari sektor pengolahan hasil ternakan kalkun saja tetapi juga dari bisnis-bisnis lainnya, diantaranya penyediaan bibit kalkun yang berkualitas. Penyediaan bibit kalkun dapat dilakukan dengan cara konvensional melalui pengeraman  indukan kalkun dan penetasan telur kalkun dengan mesin tetas telur. Untuk skala besar dan tujuan bisnis tentu tidak mungkin kita menggunakan ayam sebagai alat penetas telur.

Langkah-langkah :
1.     Panaskan mesin tetas paling tidak 24 jam sebelum telur masuk mesin. 
2.     Isi bagian bawah mesin dengan air secukupnya untuk memperoleh kelembaban yang sesuai.
Letakkan 2 buah thermometer dalam incubator. Pastikan keduanya berada pada posisi setengah tinggi telur(kira-kira 1 inchi). Anda bisa memakai gelas plastik yang dipotong untuk menempatkan termometer
3.     Letakkan sepotong kain di dalam air dan tempelkan salah satu ujungnya menyentuh salah satu ujung termometer. Termometer ini disebut thermometer  basah, yang akan menjadi patokan kasar tentang kelembaban didalam mesin, jika kain telah basah sepenuhnya sampai ke termometer.
4.     Pastikan suhu stabil pada posisi 99 derajat  F/ 37 derajat C, dan Termometer basah berada pada suhu antara 85-100 derajat F / sekitar 29-37 derajat C.
5.     Tandai telur di kedua sisinya (misal dengan “X” dan “O”) dalam posisi telur berbaring. Ini adalah tanda untuk pembalikan telur, Hingga anda bisa membalik telur tepat 180 derajat.
6.     Letakkan telur dalam mesin secara perlahan. Tempatkan telur dengan tanda yang sama berada diatas. Selama 25 hari: putar telur sebanyak 3-5 kali sehari. Ini untuk mencegah agar isi telur tidak menempel pada kulitnya.
7.     Hari ke 25, HENTIKAN MEMUTAR TELUR. Agar anakan kalkun dapat merubah posisinya dalam posisi siap menetas. Dalam jangka waktu sekitar 28 hari mereka akan segera menetas. Saat sudah ada kalkun yang menetas, mereka kemungkinan akan memutar telur lain yang belum menetas. Putarlah telur yang belum menetas sesuai dengan tanda pada telur lain.
http://4.bp.blogspot.com/-EMEN0qLOEGo/UJ0NoMo9cVI/AAAAAAAAAZE/yhVDJmYjyqw/s320/mesin+tetas.jpg

Tips
·         Penetasan normal adalah 28 hari, akan tetapi bisa maju atau mundur sekitar 3-4hari.
·         Pegang telur sesedikit mungkin. Semakin sedikit getaran yang terjadi, semakin besar kemungkinan telur akan berhasil menetas.
·         Jaga ketinggian air. Jika permukaan terlalu rendah, kelembaban di dalam mesin akan semakin kecil. Kelembaban yang ideal adalah 65% atau lebih, untuk menjaga agar anakan kalkun tidak menjadi kering didalam telurnya dan mati.
·         Saat kalkun mulai memecah telur, jangan sekalipun memutar telur. Pastikan retakan ada diatas. Jika retakan ada dibawah, Kalkun mungkin tidak akan mampu memecahkan telur dan keluar. Dalam jangka waktu 3 hari kalkun akan merubah posisinya ke posisi menetas. 6-12 jam sebelum mereka menetas, anda mungkin kan mendengar mereka menciap-ciap.
·         Retakan pertama akan terlihat di dekat lobang udara telur(bagian telur yang bulat).
·         Proses kalkun keluar dari telurnya butuh waktu antara 5-10 jam.
·         Anakan kalkun yang baru menetas akan selalu menciap, terlihat lelah,lemah dan basah. Pastikan mereka bias beristirahat tenang dan tetap hangat.
·         Setelah 24 jam berikan mereka makanan dan minuman. Celupkan paruhnya ke dalam air (Cukup paruhnya saja dan jangan sampai kepalanya masuk dalam air) awasi pemberian minumnya. Ulangi dengan makanan. Semoga kalkun anda bisa belajar minum dan makan dengan sendirinya.

Perhatian :
·         Selalu cucilah tangan anda dengan sabun antiseptic (dan jangan menyentuh muka dengan tangan) sebelum memegang telur. Minyak dan kotoran dari anda bisa merusak embrio kalkun didalam telur.
·         Jangan campurkan anakan kalkun dengan ayam. Ada banyak penyakit yang bias ditularkan ayam ke kalkun (meskipun kalkun dewasa mungkin tidak berpengaruh).
·         Jika anda tidak memutar telur dengan benar, munkin anakan kalkun yang menetas akan mengalami gangguan di kakinya, seperti kaki pengkor.
·         Tahanlah diri anda agar tidak membantu kalkun menetas(keluar dari cangkang), bantuan anda mungkin hanya akan membahayakan kalkun anda. Karena mereka akan menjadi rentan terhadap penyakit. Biarkan berjalan dengan alami.

















































Ayam Kampung Pun Dilirik Industri

Keterlibatan swasta dalam pembibitan ayam kampung skala besar sudah menjadi tuntutan. Sandungan Perpres masih mengundang pertanyaan
http://trobos.com/images/artikel/Juni%202012/Livestock/TROBUT%201%20-%20Ayam%20Kampung%20pun%20Dilirik%20Industri%20%20copy.gifDi atas lahan seluas 1,2 hektar di Kampung Bepak, Desa Tangkil, Kecamatan Caringin, Sukabumi itu berdiri kompleks peternakan pembibitan dengan 10 kandang battery yang dipenuhi tak kurang 17 ribu ayam kampung, dan sekitar 5 % diantaranya pejantan. Sebagai produsen DOC (anak ayam umur sehari) kompleks dilengkapi dengan hatchery (kamar penetasan) berkapasitas mesin 115.200 butir dan daya tetas 80 – 85 %.
Ayam-ayam indukan di kandang-kandang tersebut adalah hasil seleksi panjang yang dilakukan Kelompok Unggul Pusat Perbibitan Ayam Kampung (KUPPAK). Menurut penjelasan Sigit Widodo, Ketua KUPPAK, bersama Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Ciawi, Bogor pihaknya melakukan riset sejak 2005. Dan produksi massal sebagai produsen DOC atau breeding untuk diperdagangkan terhitung mulai 2010.
Seleksi dilakukan dari ayam-ayam kampung unggul, antara lain ayam pelung, kedu, sentul dan terakhir gauk dari Madura. Belasan ribu ayam generasi ke-3 hasil seleksi itu kemudian ditahbiskan sebagai indukan (Parent Stock/PS) yang memproduksi telur tetas. Hasilnya, berupa DOC final stock yang dilepas ke peternak untuk dibesarkan sebagai pedaging.
Usaha pembibitan ayam kampung yang dikelola Sigit ini merupakan usaha dia dengan status kepemilikan bersama rekannya Tutum Rananta dan Kepraks (Kelompok Peternak Ayam Kampung Sukabumi). Ia mengaku, saat ini mampu menghasilkan 140 ribu DOC setiap bulannya atau 35 ribu per pekan. Angka ini masih jauh di bawah permintaan yang masuk. “Tiap bulan, permintaan yang datang mencapai 250 ribu DOC,” sebut Sigit.
Akhir tahun ini ia menargetkan peningkatan kapasitas produksi menjadi 200 ribu ekor DOC per bulan. Konsekuensinya, induk akan didongkrak menjadi 24 ribu ekor dan 1.200 ekor diantaranya adalah pejantan.
Selain itu, ia menargetkan, akhir tahun ini produksi DOC ayam sentul mencapai rasio 50 % dari total produksi, dan pertengahan 2013 produksinya 100 % DOC ayam sentul. Ia menjelaskan, saat ini produk yang dijual utamanya DOC ayam kampung biasa dan sebagian DOC ayam sentul. Terdapat 2 macam DOC ayam sentul yang dipasarkan, yaitu kombinasi warna abu – abu dan merah; serta kombinasi warna abu – abu dan putih.
Berburu Calon Induk Jauh sebelum pembibitan yang dikelola Sigit berdiri, “Jimmy Farm” yang berlokasi di Cipanas Puncak, Bogor sudah dikenal luas peternak ayam kampung sebagai pemasok DOC. Dan diakui sebagai pionir produsen DOC ayam kampung berskala besar.
Menurut keterangan Benny Arifin, pemilik Jimmy Farm pihaknya mulai terjun di ayam kampung sejak 1998. Sebelumnya ia adalah pembibit DOC broiler yang gulung tikar karena dihantam badai krismon kala itu. Infrastruktur yang ada kemudian dikembangkan untuk memproduksi DOC ayam kampung.
Tetapi tak hanya jadi pemain di pembibitan, “Jimmy Farm” juga mengembangkan pembesaran. Disebut Yohan Kurniawan ManajerJimmy Farm, populasi indukan terkini adalah 14 ribu. “Total seluruh populasi 36 ribu termasuk pejantan, DOC dan pembesaran,” ujarnya. Dan produksi DOC di kisaran 18 ribu – 20 ribu ekor per pekan.
Berbeda dengan Sigit, yang memproduksi sendiri indukan, perusahaan pembibitan Jimmy Farm harus berburu bibit ayam ke pelosok-pelosok tanah air. Yohan mengaku, tidak gampang mencari bibit ayam kampung. Ia harus  mencari “darah baru” untuk menghindari inbreeding (kawin sedarah). “Selalu cari informasi di daerah mana ada, lalu saya ambil dalam bentuk DOC agar aman karena bisa divaksin sejak dini,” jelas Yohan. Ia membenarkan, kini semakin sulit mendapatkan bibit ayam kampung berkualitas. Terhitung sejak 1998 ia sudah 7 – 8 kali mengganti indukan dengan memasukkan darah baru.
Menurut Benny, breeding ayam kampung tidak bisa satu jenis, mau tidak mau harus kawin silang agar tidak inbreeding. “Sumber ayam kampung bisa dari daerah Jawa, Sumatera atau Kalimantan,” sebutnya. Ia mensyaratkan pengusahabreeding harus tahu jenis dan kualitas ayam kampung calon bibitnya. Ia pun berburu ke daerah asal dan langsung ke peternak lokal. Benny tak mempersoalkan kemurnian ayam yang dicarinya. “Yang penting ayam kampung,” ucapnya. Kualitas ia mampu menilai dengan melihat fisiknya. Misalnya, bentuk dada V tidak U seperti broiler dan warna khas ayam kampung. Berbagai strain dari ayam kampung itu lah yang kemudian ia kawinkan silang.
Benny pun mengakui selain persoalan sulitnya mendapatkan bibit, usahabreeding skala besar menurut dia banyak tantangannya. Risiko tinggi, tidak bisa menyepelekan kualitas karena pertaruhannya terlalu besar, dan pasti perputaran bisnisnya (return of investment/ROI) tak secepat di segmen pembesaran.
Target 400 juta DOC Usaha pembibitan skala besar sebagaimana Jimmy Farm, atau terpadu dengan pemuliaan seperti dilakoni Sigit dan kawan-kawan merupakan kontribusi penguatan pengembangan usaha peternakan ayam kampung nasional. Produksi DOC ayam kampung sejauh ini tertatih-tatih. Ade Zulkarnaen, Ketua Himpuli (Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia) mengatakan, selama ini peternak pembesaran untuk memenuhi permintaan konsumsi, kerap kesulitan mempertahankan kontinuitas usahanya.
Selepas panen satu siklus, peternak terpaksa menganggurkan kandangnya dikarenakan tidak adanya pasokan DOC untuk dibudidayakan periode berikutnya. Biasanya harus masuk daftar tunggu dari pembibit dan dua bulan kemudian baruchick in (masuk DOC). Tak jarang lamanya menunggu menyebabkan dana yang semestinya untuk membeli DOC habis terpakai keperluan lain. ”Akhirnya berhenti beternak,” sesal Ade.
Belum lagi soal kualitas. Sudah mendapatkan DOC pun, mutu DOC kerapkali tidak standar. Pasalnya, pembibit yang kebanyakan juga peternak tradisional masih cenderung abai akan kualitas. Produksinya jauh dari kaidah GBP (Good Breeding Practice). Meskipun, imbuh Ade, Himpuli terus melakukan sosialisasi menggeser pola peternakan dari tradisional ke semi-intensif dan intensif.
Padahal, sebagaimana  diterangkan Ade, Himpuli punya obsesi besar bersama pemerintah menggadang program menjadikan unggas lokal sebagai tuan di negeri sendiri. Targetnya, pada 2019 mampu berkontribusi mengisi 25 % total kebutuhan daging unggas nasional. Artinya sedikitnya 400 – 450 juta DOC ayam kampung harus disiapkan dalam setahun.











 

PENANGANAN AWAL DOC AYAM KAMPUNG

http://3.bp.blogspot.com/-rxAbWvUq9B8/UGIxqoY_oMI/AAAAAAAAAL0/GshqxS4GUtQ/s400/kutuk.jpgFase awal pemeliharaan ayam kampung di mulai sejak hari pertama  [ masih berupa DOC] hingga seminggu.Pada masa ini sering terjadi berbagai masalah yang cukup serius  jika tidak kita tangani secara baik, Oleh karna itu peternak biasa menyebutnya dengan fase kritis I. Efek yang ditimbulkan akibat kegagalan pemeliharaan ayam kampung super pada fase awal ini antara lain, kegagalan mencapai bobot standar, kematian tinggi akibat terjadi serangan penyakit viral (yang diakibatkan oleh virus), dan yang terpenting yaitu tidak mampu secara maksimal melewati fase berikutnya.

Induk buatan atau yang biasa kita sebut dengan box doc merupakan suatu teknik pemeliharaan awaldoc ayam kampong yang bertujuan untuk meminimalkan terjadinya berbagai masalah di fase awal ini. Box dirancang khusus bertujuan untuk membuat ruang disekitarnya hangat, kering dan sirkulasi udara cukup baik layaknya induk ayam kampung yang sebenarnya, sehingga diharapkan doc ayam kampung tidak terpapar suhu dingin dan kelembapan yang berlebihan akibat lingkungan sekitar. Suhu awal yang diperlukan berkisar antara 35-38 derajat celcius tergantung lingkungan masing-masing, serta yang paling penting untuk diperhatikan adalah respon doc ayam kampong setelah masuk dalam box tersebut. Jika suhu di dalam masih terlalu dingin maka doc akan mengumpul di dekat sumber penghangat dan biasanya terjadi aksi penumpukan doc yang biasanya mengakibatkan kematian yang cukup tinggi.

Spesifikasi teknis box penghangat doc ayam kampong super ini bisa bervariasi menurut kebutuhan masing-masing peternak, idealnya mempunyai dimensi panjang 1m dengan lebar 1m serta tinggi 50 cm. Box bisa dibuat bertingkat dengan pintu berada didepan (model kandang alternative untuk lahan sempit) atau box tidak bertingkat dengan pintu berada di atas, bahan disarankan menggunakan triplek dengan ketebalan min 3mm beralaskan anyaman triplek/bambu/kawat strimin yang kemudian dialasi dengan koran dan ditambahkan sekam padi. Semua aturan ini tidak mengikat dan semuanya disesuaikan dengan kondisi masing-masing lingkungan, prinsipnya yaitu mendapatkan suhu yang ideal, sirkulasi cukup dan mendapat penanganan intensif sehingga tercapai keberhasilan dalam melewati fase kritis ini. Lakukan pengecekan box doc secara berkala, sebab kunci keberhasilan melewati fase-fase kritis tersebut. Secara berkala keadaan box doc tiap 3 jam sekali dilakukan pengecekan, meliputi keadaan doc ayam kampungnya, pakan, tempat minum, kelembabapan dan adanya perubahan tingkah laku doc ayam kampung.



TIPS MEMBUAT ANAK KAMPUNG CEPAT BESAR

http://4.bp.blogspot.com/-mrFeIiv-7K8/UHMLsglUdLI/AAAAAAAAAO0/XmzNdz5EjnY/s320/100_2467+copy.jpg
Sejak tahun 2000-an yang lalu saya sudah memulaibeternak ayam secara  intensif, walau dengan jumlah tidak terlalu banyak, yah...kira-kira dulu seratusan ekor lah..., kalau sekarang tinggal puluhan, habis waktunya tidak sesempat seperti dulu dan terutama maklum, gak punya modal, sih....akhirnya merantau ke saudi lagi cari modal hehe...Pertama, saya beternak ayam arab petelur, ayam kampung, ayam pelung dan ayam hutan. Nah, sekarang populasi ayam kampung super saya banyakin.  Ayam kampung super saya merupakan silangan dari ayam lingnan dengan ayam kampung lokal.  Artikel ini merupakan lanjutan dari artikel saya sebelumnya    tips praktis-beternak-ayam-kampung

Gambar diatas merupakan anak-anak ayam lingnan dan silangan lingnan dengan ayam kampung lokal (jadi ayam kampung super) yang berumur sekitar 1,5 bulan.  Walau dengan 
ransum makanan/pakan seadanya, pertumbuhannya tetap lebih cepat dibanding dengan ayam kampung biasa.  Saya sengaja tidak memberi pakan melulu pakan jadi seperti Ayam pedaging) karena pasti citarasa daging yang dihasilkan menjadi lembek, tidak kenyal, kurang berserat dan kadar lemaknya/kolesterol tinggi, mirip daging ayam pedaging ras. (sekarang banyak dijual ayam kampung tetapi diberi pakan mirip ayam ras pedaging, silakan anda rasakan apakah sama citarasanya dengan ayam kampung asli ?, maaf ini bukan pertanyaan provokatif, tapi perlu kiranya diteliti apakah ada perbedaan kandungan nutrisi daging ayam, kadar kolesterol, sifat fisis dan kimia daging pada ayam kampung lokal dengan ayam kampung yang diberi pakan sama dengan ayam ras pedaging).

Nah, berikut ini saya akan memberikan tips untuk anda cara cepat membesarkan anak ayam kampung super dengan citarasa daging mendekati 
atau bahkan mirip dengan ayam kampung lokal.Ini dia...

1. bibit ayam kampung yang kita pelihara haruslah ayam kampung super yang cepat besar, seperti yang saya punya contohnya.  Supaya pertumbuhan cepat dan bisa dipacu

2. usahakan kandang yang digunakan sistem umbaran, jangan di kandang batere.  Lebih baik lagi, alasnya tanah sehingga ayam bebas berkeliaran dan dalam kandang tersebut buatlah tangkringan ayam dari kayu atau bambu, kan ayam suka lompat, loncat dan nagkring, ini akan melatih otot ayam sehingga relatif kekar.

3. nah ini yang terpenting, 
rekayasa ransum.  Maksud saya begini, tidak usah pake teori yang canggih-canggih.  Kita tau kalo supaya ayam cepat besar, intinya ransum harus mengandung protein tinggi. Nah, protein ini bisa dicari dengan pakan pabrik (mis BR 1), atau kalo di desa saya "amis-amisan" dari ikan atau yuyu, keong atau tepung ikan.  Untuk praktisnya, saya mending beli BR 1.  Komposisi ransum yang saya gunakan adalah :

- anak ayam umur 0 - 25 hari = 100 % BR 1.  Pada umur ini jangan lupa, beri lampu/penerangan, selain supaya hangat juga bisa makan di malam hari.  Dan juga air minum diberi rebusan sayuran, contoh daun pepaya atau temu-temuan untuk menjaga kesehatan tubuh, anti cacing dan menjaga nafsu makan.

- umur 25 hr - 2 bulan = 30 % BR 1 : 30 % jagung giling halus : 40 % dedak padi halus.  Pada umur ini lampu sudah bisa dikurangi bertahap.

- umur 2 bulan keatas = 20 % konsentrat daging : 30 % jagung : 40 % dedak padi : 5 - 10 % sayuran.  (konsentrat bisa diganti tepung ikan/amis-amisan).  Saya biasa menambahkan sayuran untuk suplemen vitamin, mineral atau serat.  Sayuran/daun-daunan yang sering saya campurkan pada
ransum adalah daun pepaya, daun singkong, daun "gudal meled" atau lengko, dan daun temu ireng.  Pada prinsipnya jenis daun yang berstruktur agak lunak bisa digunakan.  Pemberian sayuran pada ayam tentu saja harus dirajang atau diiris-iris dulu, kemudian kalau bisa direbus atau langsung dicampur ke ransum.  Oya, saya lebih suka menggunakan pakan basah.  Nah, dengan cara diatas, alhamdulillah selain ayam kampung cepat pertumbuhannya, juga sehat dan sejauh ini citarasanya seperti ayam kampung biasa.  Bobot ayam kampung super dengan ransum seperti kira-kira umur 2,5 - 3 bulan mencapai 1 kg-an lebih lah, walau ada yang kurang, ada yang lebih juga, dengan syaratayam sehat, makanan teratur dan kandang mendapat cukup sinar matahari.

Sebenarnya komposisi pakan diatas, bisa diotak-atik sendiri.  Pada prinsipnya penambahan protein yang cukup signifikan akan berdampak pada cepatnya pertumbuhan ayam.   Saya menghindari 100 % pakan jadi dari pabrik, karena nanti pasti 
dagingnya lembek, walaupun pertumbuhaannya pesat. Oya, saya juga sering menambahkan pada pakan, yaitu singkong, talas maupun ubi.  Semua ini saya lakukan agar ayam kenyang dan yang penting struktur dagingnya yang pasti kenyal karena makannya beragam.  Untuk ayam dewasa menghabiskan kira-kira pakan 80 - 100 gram pakan, tergantung jenis ayam, umur, dan jenis kelamin.

Sekian dulu ya tips gratis dari saya, insya ALLAH akan saya posting artikel tentang cara atau  
Tips mencegah penyakit ND atau tetelo pada ayam kampung  menggunakan obat-obat tradisional, tentunya berdasar pengalaman saya...salam dan sukses selalu

 

PERSIAPAN KANDANG

Masa persiapan kandang mempunyai andil yang besar terhadap keberhasilan pemeliharaan ayam. Kegagalan pada masa pemeliharaan ini akan mengakibatkan peningkatan ancaman serangan bibit penyakit.

Saat kondisi kandang yang kotor, konsentrasi atau tantangan bibit penyakit dalam kandang meningkat. Kondisi ini akan memperlebar peluang ayam terinfeksi atau terserang penyakit. Dan kebalikannya, saat kondisi kandang bersih dan telah didesinfeksi maka konsentrasi bibit penyakit akan menurun sehingga tantangan bibit penyakit berkurang dan ayam aman dari infeksi atau serangan penyakit.


Setelah Ayam Meninggalkan Kandang

Saat ayam diafkir atau dipanen, di dalam kandang akan tertinggal sisa-sisa pemeliharaan ayam, baik kotoran, debu maupun bulu. Tak tertinggal juga, sejumlah besar bibit penyakit yang pada periode sebelumnya telah menyertai keberadaan ayam.
http://1.bp.blogspot.com/-Kl_1EGnBV8M/UFtI2m_lz7I/AAAAAAAAAIc/MomKgbfm-Gs/s400/01.gif

       Kondisi kandang setelah ayam diafkir atau dipanen relatif kotor dan banyak             terkontaminasi oleh bibit penyakit

Ayam seluruhnya telah meninggalkan kandang, begitu juga seharusnya sisa-sisa pemeliharaan ayam tersebut. Oleh karena itu kita perlu melakukan beberapa manajemen pembersihan dan desinfeksi kandang agar kandang sebisa mungkin kembali pada kondisi semula, baik dari struktur (kondisi fisik) maupun fungsinya.

Kotoran ayam menumpuk di setiap sudut kandang, bulu-bulu ayam juga merata di seluruh bagian kandang. Tak ketinggalan juga debu banyak berterbangan di dalam dan sekitar kandang. Kondisi ini tentu menjadi media yang baik sebagai tempat persembunyian dan perkembangan bibit penyakit.

Perlu menjadi pemahaman kita bersama, saat kondisi kandang dan lingkungannya kotor, bibit penyakit akan bertahan lebih lama. Terlebih lagi ada bahan organik, seperti feses yang bisa menjadi media bibit penyakit untuk tetap hidup.

Bibit penyakit memiliki kemampuan bertahan dalam jangka waktu yang bermacam-macam (tabel 1). Hal ini perlu kita perhatikan agar saat proses pembersihan dan pendesinfeksian kandang kita lakukan dengan sepenuhnya.

                        Tabel 1. Daya Tahan Bibit Penyakit di Luar Tubuh Ayam
http://3.bp.blogspot.com/-HPh1D7dBrYM/UFtJWTrwBaI/AAAAAAAAAIk/HeJDpbkCNGU/s400/02.gif
Perlakuan Kandang Kotor

Fokus keberhasilan manajemen pembersihan dan desinfeksi kandang ini ialah jumlah bibit penyakit yang berada di dalam kandang dapat dikurangi atau diminimalkan. Kenapa bukan dihilangkan (sterilisasi)? Sterilisasi bukan istilah yang tepat digunakan untuk aktivitas tersebut, mengingat kondisi kandang yang tidak bisa terkendali secara penuh, misalnya saja aliran udara yang tidak bisa dikendalikan akan mengakibatkan bibit penyakit selalu ada di dalam kandang. Oleh karena itu, istilah yang digunakan dalam manajemen pembersihan kandang ialah sanitasi dan desinfeksi.
Tahapan penanganan kandang kotor antara lain :
    Keluarkan dan bersihkan sisa kotoran (feses dan sisa litter)
Sisa kotoran ayam, baik berupa feses, sisa litter, bulu maupun debu hendaknya dikeluarkan dari kandang dengan cara disapu. Setelah itu, lakukan penyemprotan air bertekanan dengan memakai jetspray. Pastikan semua bagian kandang tersemprot oleh jetspray.
Gunakan jetspray untuk membersihkan sisa kotoran ayam di sela-sela dinding atau lantai
Penggunaan jetspray ini akan memudahkan kita untuk menghilangkan sisa feses yang berada di sela-sela dinding atau lantai secara optimal. Selain itu, pemakaian jetspray ini akan mempercepat proses pembersihan kandang dengan hasil yang lebih optimal.
Seringkali yang menjadi permasalahan ialah masih adanya sisa feses yang berada di bagian ini. Jika tidak dihilangkan maka bisa dipastikan siklus bibit penyakit akan selalu berlangsung dan bibit penyakit selalu berada di dalam kandang. Adanya sisa feses ini menjadi tempat persembunyian bibit penyakit dan daya kerja desinfektan membasmi bibit penyakit yang berada di sisa feses ini menjadi tidak optimal.

http://1.bp.blogspot.com/-xIeqDl2J_9E/UFtK6sIOASI/AAAAAAAAAI0/-1ssizMGngs/s400/03.gif

Sisa feses yang berada di sela-sela lantai kandang akan menyebabkan bibit penyakit selalu berada di dalam kandang

Membersihkan lantai dengan cara menggosok menggunakan sabun juga perlu dilakukan. Feses ayam memiliki lapisan lemak atau minyak sehingga saat menempel di lantai kandang sulit dihilangkan jika hanya menggunakan air. Oleh karena itu diperlukan pemakaian sabun yang mampu melarutkan minyak tersebut. Pembersihan dengan sabun ini juga sekaligus sebagai cara untuk menghilangkan kotoran yang masih tersisa dari penyemprotan dengan menggunakan jetspray.
http://3.bp.blogspot.com/-uQ_ecz434JI/UFtLyw0tz2I/AAAAAAAAAI8/eHAj6VSq7_Q/s400/04.gif
Proses pembersihan dengan sabun akan memastikan lapisan lemak atau minyak dari feses ayam hilang

Setelah penyabunan, kandang hendaknya disemprot dengan air lagi kemudian dikeringkan. Sabun yang masih tersisa dapat menurunkan potensi beberapa jenis desinfektan, terutama yang mengandung zat aktif dari golongan ammonium quartener (Medisep atau Mediklin).

    Penyemprotan desinfektan

Penyemprotan desinfektan (desinfeksi, red) bertujuan membasmi bibit penyakit yang masih tersisa di dalam kandang, baik di lantai maupun udara kandang. Penyemprotan desinfektan yang pertama sebaiknya dilakukan dengan optimal, dimana seluruh bagian kandang harus basah atau terkena cairan desinfektan. Perlu diketahui, desinfektan hanya akan bekerja jika kontak dengan bibit penyakit. Oleh karena itu, penyemprotan desinfektan yang pertama kali sebaiknya menggunakan jetspray. Dengan demikian cairan desinfektan dapat masuk ke pori-pori dinding atau lantai kandang.

Desinfektan yang bisa digunakan antara lain Formades, Sporades, Mediklin, Medisep, Antisep atau Neo Antisep. Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat penggunaan desinfektan :

    Jenis bibit penyakit

Tidak semua bibit penyakit dapat dibasmi oleh desinfektan, oleh karenanya pemilihan desin-fektan harus dilakukan secara tepat. Contohnya ialah virus yang tidak memiliki amplop (non enveloped), seperti virus Gumboro, Egg drop syndrome (EDS) dan reovirus tidak dapat dibasmi oleh desinfektan dari golongan ammonium chloride (quats) seperti Medisep atau Mediklin. Hal ini dikarenakan mekanisme kerja dari desinfektan golongan quats ialah merusak dinding sel sehingga mengurangi permeabilitas dinding sel dan akhirnya bibit penyakit mati. Virus yang tidak memiliki amplop tidak memiliki dinding sel sehingga desinfektan golongan quats tidak bisa membasminya.

    1. Materi organik

Materi organik, seperti sisa feses dan lendir juga dapat menurunkan kerja desinfektan. Materi organik ini akan menghalangi kontak antar desinfektan dan bibit penyakit. Akibatnya daya kerja desinfektan cenderung menurun, terlebih lagi desinfektan dari golongan klorin, iodine (Antisep, Neo Antisep) dan quats (Medisep, Mediklin). Disinilah pentingnya melakukan pembersihan kandang dengan menghilangkan semua bahan organik yang ada.

    2. pH

Potent of hydrogen atau tingkat keasaman air yang digunakan untuk melarutkan desinfektan juga berpengaruh terhadap daya kerja desinfektan. Desinfektan golongan iodine dan kaporit akan bekerja optimal di suasana asam-netral (pH 4-7) dan golongan quats dan glutaraldehyde akan berfungsi optimal saat dilarutkan dalam air dengan pH basa - netral. Melihat karakteristik itu, maka alangkah baiknya jika kita menggunakan air dengan pH netral untuk melarutkan desinfektan sehingga semua jenis desinfektan dapat bekerja dengan optimal.

    3. Tingkat kesadahan

Tingkat kesadahan ditentukan dari kandungan ion Ca2+, Mg2+ atau Fe3+ dalam air tersebut. Semakin tinggi kandungan ion-ion itu, semakin tinggi juga tingkat kesadahan air. Sama halnya pada obat, pelarutan desinfektan dalam air dengan tingkat kesadahan yang tinggi akan mengakibatkan penurunan potensi desinfektan, utamanya desinfektan dari golongan quats dan iodine. Saat dilarutkan dalam air sadah, desinfektan itu akan diikat oleh ion-ion tersebut, akibatnya daya kerjanya menurun.

Indikasi yang menunjukkan air memiliki tingkat kesadahan yang tinggi ialah saat dilarutkan sabun atau detergen dalam air itu tidak akan terbentuk busa. Guna memastikan tingkat kesadahan air sebaiknya dilakukan pengujian di laboratorium dan Medion memiliki fasilitas ini.

Penyemprotan desinfektan hendaknya dilakukan di seluruh bagian kandang, baik lantai, dinding, atap maupun udara dalam kandang. Perlu dipastikan semua bagian kandang terkena dan basah oleh cairan desinfektan agar bibit penyakit yang mencemari kandang berkurang.
http://2.bp.blogspot.com/-nmlwI4W5lME/UFtKZmKX9cI/AAAAAAAAAIs/9T6oi1GxIqE/s400/05.gif
 Hasil trial penyemprotan Formades dan Sporades pada dinding dan udara dalam kandang yang dilakukan dengan teknik swap

Penanganan kandang kotor tidak hanya dilakukan pada kandangnya saja, tetapi juga peralatan dan lingkungan kandang. Peralatan kandang seperti tempat ransum, tempat minum, tirai, brooder (Indukan Gas Medion [IGM]), chick guard dalam peralatan yang lainnya hendaknya dibersihkan, didesinfeksi dan diperiksa keoptimalan kerja dan fungsinya. 
http://4.bp.blogspot.com/-z_wUEJgTw0I/UFtNZZczDrI/AAAAAAAAAJE/WBh5k6nVivY/s400/06.gif



 Tempat makan dan tempat minum harus dibersihkan dan didesinfeksi sebelum digunakan kembali

Tempat makan dan minum dicuci sampai bersih kemudian didesinfeksi dengan cara direndam dalam larutan desinfektan selama 30 menit. Desinfektan yang biasanya digunakan ialah Medisep (15 ml tiap 10 liter air). Setelah itu, dikeringkan dengan cara diangin-anginkan. Kami menyarankan untuk pengeringan sebaiknya tidak dilakukan di bawah sinar matahari langsung karena bisa mempercepat kerusakan peralatan itu.

Kondisi atau kelayakan peralatan juga perlu diperiksa. Pastikan semua peralatan dapat berfungsi secara optimal. Pastikan IGM dapat bekerja dengan baik dalam menghasilkan panas bagi DOC, jangan sampai saat akan digunakan IGM mengalami masalah. Kondisi ini akan menyebabkan ayam stres sehingga pertumbuhannya terhambat. 
http://3.bp.blogspot.com/-nCHEULJm3y8/UFtNxreoyqI/AAAAAAAAAJM/TaUdHF85ULs/s400/07.gif
 Biofilm menjadi tempat persembunyian bibit penyakit yang aman dan bisa menghambat kerja desinfektan membasmi bibit penyakit

Demikian juga dengan tempat minum, ganti piringan tempat minum yang sudah pecah agar air minum tidak membasahi lantai kandang sehingga memicu peningkatan kadar amonia. Pada pemakaian Tempat Minum Ayam Otomatis (TMAO) atau ND-360 (nipple drinker) lakukan pembersihan saluran air atau paralon dengan cara flushing. Flushing bisa diartikan sebagai teknik pembersihan dengan menyemprotkan air bertekanan. Namun, jika lapisan biofilm (sisa obat, vitamin dan vaksin yang menempel pada dinding paralon) telah terbentuk lama dan menjadi kerak maka perlu penambahan zat kimia tertentu untuk menghilangkannya. Zat kimia ini antara lain hidrogen peroksida (H2O2) (10%), ozon (1-2 mg/l) atau asam sitrat (10 ml/l). Flushing hendaknya dilakukan secara rutin setelah pemberian vitamin, obat atau vaksin melalui air minum. Namun jika tidak memungkinkan maka minimal dilakukan saat proses persiapan kandang.

Selain saluran air, pembersihan dan desinfeksi juga dilakukan pada tempat penampungan air minum, baik torn di masing-masing kandang maupun water ground. Perlu kita perhatikan, saat desinfeksi tempat dan penampungan air minum hendaknya dipilih desinfektan yang aman bagi ayam, seperti Medisep, Neo Antisep atau Antisep.
http://2.bp.blogspot.com/-J783NjeNYng/UFtOc4rGxVI/AAAAAAAAAJU/KfP3lSGHLOQ/s400/08.gif

Rumput yang berada di sekitar kandang perlu dirapikan agar tidak menjadi sarang nyamuk maupun insekta lainnya

http://1.bp.blogspot.com/-37n9_Avf5_4/UFtO4BIwK4I/AAAAAAAAAJc/fCTue0te9TA/s400/09.gif
  Selokan yang bersih dan aliran lancar akan meminimalkan sarang atau tempat berkembang biak nyamuk

Kondisi lingkungan kandang juga perlu diperhatikan. Rumput atau semak-semak yang tumbuh di sekitar kandang harus dikontrol jangan sampai tumbuh secara liar karena bisa menjadi tempat persembunyian nyamuk, lalat maupun insekta lainnya. Rumput hendaknya dipotong atau dirapikan. Selokan dibersihkan sehingga aliran airnya lancar. Genangan air diselokan akan menjadi media yang cocok untuk perkembangan nyamuk yang menjadi agen atau vektor penularan penyakit malaria like atau malaria unggas.


Perbaikan Kandang

Kondisi kandang juga perlu mendapatkan perhatian saat masa persiapan kandang. Kandang merupakan tempat tinggal ayam dan kandang yang baik tentu harus nyaman.

Kondisi atap, dinding maupun lantai harus dikontrol. Saat ditemukan kerusakan pada salah satu bagian kandang tersebut perlu segera dilakukan perbaikan.
http://3.bp.blogspot.com/-Furn-TJZ8-E/UFtPhd2NjZI/AAAAAAAAAJk/f_KgcwzSy3Q/s400/10.gif
Atap yang bocor dan lantai yang rusak berlubang hendaknya diperbaiki saat masa persiapan kandang

Kondisi tanah di bawah kandang yang berperan menyerap air dari feses juga perlu diberikan perlakuan khusus, seperti penambahan kapur. Selain membunuh bibit penyakit, penambahan kapur ini juga dapat mengembalikan pH tanah menjadi netral dan juga meningkatkan daya serap tanah terhadap air.


Kandang Diistirahatkan

Setelah kandang dibersihkan dan didesinfeksi seluruhnya, tiba saatnya kandang diistirahatkan untuk beberapa waktu. Secara umum, masa istirahat kandang hendaknya tidak kurang dari 14 hari. Bahkan saat terjadi kasus, misalnya serangan Gumboro maka masa istirahat kandang diperpanjang. Tujuannya agar bibit penyakit yang berada di kandang bisa dikurangi secara optimal.

Saat istirahat kandang sebaiknya tidak ada aktivitas di dalam dan sekitar kandang atau minimal aktivitas pekerja keluar masuk dibatasi. Pintu dan tirai kandang ditutup. Hanya saja kita sering lupa meski kandang dalam masa istirahat namun lalu lintas kendaraan yang keluar masuk lokasi peternakan kurang terkontrol. Anggapannya di kandang sedang tidak ada ayam, makanya mobil yang keluar masuk tidak dibatasi dan didesinfeksi.

Sebuah dilematis tentunya, selama istirahat kandang ini, peternak atau pekerja kandang untuk sementara waktu menganggur dan tidak memperoleh pendapatan. Oleh karenanya ada beberapa peternak yang mempersingkat masa istirahat kandang dengan dalih ingin mengejar produksi. Perlu kita ingat, masa istirahat kandang yang lebih singkat ini akan membawa konsekuensi bibit penyakit belum sepenuhnya berkurang. Dengan demikian, saat manajemen pemeliharaan harus dilakukan dengan lebih ketat, terutama proses biosecurity atau penyemprotan kandang.


Inspeksi Kesiapan Kandang

Inspeksi kesiapan kandang dirasa perlu dilakukan untuk memastikan kondisi kandang benar-benar siap menerima kedatangan ayam. Inspeksi ini biasanya dilakukan 1 minggu sebelum chicks in. Aspek kesiapan yang perlu diinspeksi diantaranya :

    Kebersihan kandang

Kebersihan menjadi aspek yang pertama kali perlu diamati saat melakukan inspeksi kesiapan kandang. Jika kandang masih kotor, misalnya masih terdapat sisa feses atau litter yang menempel pada lantai kandang dengan sebaran yang cukup banyak maka hendaknya dilakukan pembersihan dan desinfeksi ulang. Bahkan di salah satu farm di Jakarta Timur jika ditemukan hal itu diputuskan untuk mengundur jadwal chick in pada kandang itu.Adanya sisa feses di lantai kandang bisa menjadi sumber penyakit untuk ayam yang akan dipelihara

    Keadaan kandang

Inspeksi keadaan kandang ini lebih diarahkan pada struktur kandang. Apakah masih ada atap yang bocor, lantai yang jebol atau dinding yang rusak? Kekokohan kandang juga harus kita perhatikan. Selain itu, tanah yang berada di bawah lantai kandang panggung juga perlu diperik-sa apakah masih ada sisa feses.

    Kesiapan peralatan

Peralatan kandang seperti tempat ransum, tempat minum, tirai maupun pemanas juga harus diinspeksi baik kebersihan maupun fungsinya. Jumlah tempat minum dan ransum juga harus diperhatikan. Selain itu, bahan litter sebaiknya telah disiapkan di dalam kandang.



Kondisi lingkungan kandang

Jika ada rumput atau semak-semakan yang masih tumbuh liar di sekitar kandang maka perlu dilakukan pemotongan. Saluran air juga perlu dicek kembali untuk memastikan aliran air pembuangan lancar.

Jika diperlukan bisa dibuat form khusus untuk keperluan inspeksi ini. Hasil inspeksi ini dijadikan dasar kita untuk menentukan siap tidaknya kandang menerima DOC.

Setelah dinyatakan kandang siap menerima DOC maka persiapan selanjutnya ialah membuat kandang brooding. Peralatan juga mulai dipasang dimasing-masing kandang brooding. Litter yang telah didesinfeksi mulai dihamparkan di dalam kandang.

Desinfeksi kandang ulang (desinfeksi ke-2) juga perlu dilakukan. Desinfeksi ke-2 ini bisa dilakukan dengan teknik semprot halus atau pengasapan (fogging). Desinfeksi ulang ini bisa dilakukan 3 hari sebelum chicks in.

Proses persiapan kandang yang meliputi pembersihan dan desinfeksi peralatan, kandang maupun lingkungannya hendaknya kita lakukan dengan optimal. Mengingat proses pembersihan dan desinfeksi kandang yang optimal akan menurunkan konsentrasi bibit penyakit. Dan juga kondisi kandang yang nyaman dan peralatan yang optimal sangat diperlukan bagi ayam untuk mengoptimalkan potensi genetik yang dibawanya, yaitu pertumbuhan berat badan atau produksi telur secara optimal. Keberhasilan awal sangat mendukung produktivitas ayam.



Penyakit dan Pengobatan
Tulisan disusun oleh: dr. Sauvani J.


--- Memang ---  
lebih baik mencegah dari pada mengobati  

Dalam suatu peternakan ayam, dapat terjadi banyak sekali variasi penyakit yang sudah sangat dipahami atau familiar bagi peternak terutama peternak skala menengah dan besar.
Berbicara keberhasilan mengenai peternakan (tanpa tergantung skala bisnisnya) oleh seorang peternak ditentukan dari pengetahuan dan pemahaman dengan pengenalan sumber hambatan dan ancaman dari penyakit yang mungkin dapat menjadikan ledakan penyakit menular dan berakibat sangat merugikan. Oleh sebab itu, pengamanan dan menjauhkan ternak ayam dari sumber wabah dan hambatan potensial tersebut menjadi prioritas dan perhatian khusus.
Dimulai dengan pemilihan indukan yang unggul, pengelolaan yang baik, sanitasi, peningkatan daya tahan ayam dengan vaksinasi dan usaha menjauhkan ternak ayam dari sumber penyakit adalah kunci sukses dalam beternak ayam.
  Secara prinsip penyakit ayam dapat disebabkan oleh 3 hal yaitu :
1.      Penyakit yang menular dan disebabkan oleh bakteri, protozoa, virus, parasit dan jamur.
2.     Penyakit yang disebabkan oleh faktor atau sebab lainnya.
3.      Penyakit yang disebabkan oleh defisiensi atau kekurangan zat-zat makanan yang diperlukan dalam perkembangan dan ketahanan tubuh ayam yang lebih disebabkan karena ketergantungan ayam pada kualitas makanan yang diberikan oleh peternak
Berikut ini kami mencoba memberikan ringkasan beberapa penyakit yang sering dijumpai pada ayam, termasuk penyakit yang baru-baru ini sangat meresahkan para peternak yaitu Avian Influenza atau yang lebih dikenal dengan Flu Burung.

INFEKSI VIRAL

 Tetelo
Newcastle Disease (ND)
Sampar Ayam
Pes Cekak
ND merupakan infeksi viral yang menyebabkan gangguan pada saraf pernapasan. Penyakit ini disebabkan oleh virus Paramyxo  dan biasanya dikualifikasikan menjadi: 
1.      Strain yang sangat berbahaya atau disebut dengan Viscerotropic Velogenic Newcastle Disease (VVND) atau tipe Velogenik, tipe ini menyebabkan kematian yang luar biasa bahkan hingga 100%.
2.      Tipe yang lebih ringan disebut degan “Mesogenic”. Kematian pada anak ayam mencapai 10% tetapi ayam dewasa jarang mengalami kematian. Pada tingkat ini ayam akan menampakangejala seperti gangguan pernapasan  dan saraf.
3.      Tipe lemah (lentogenik) merupakan stadium yang hampir tidak menyebabkan kematian. Hanya saja dapat menyebabkan produktivitas telur menjadi turun dan kualitas kulit telur menjadi jelek. Gejala yang tampak tidak terlalu nyata hanya terdapat sedikit gangguan pernapasan.
ND sangat menular, biasanya dalam 3-4 hari seluruh ternak akan terinfeksi. Virus ini ditularkan melalui sepatu, peralatan, baju dan burung liar.
 Pada tahap  yang mengenai pernapasan maka virus akan ditularkan melalui udara. Meskipun demikian pada penularan melalui udara, virus ini tidak mempunyai jangkauan yang luas. Unggas yang dinyatakan sembuh dari ND tidak akan dinyatakan sebagai “carrier” dan biasanya virus tidak akan bertahan lebih dari 30 hari pada lokasi pemaparan.
Gejala yang nampak pada ayam yang terkena penyakit ini adalah sebagai berikut:
-     excessive mucous di trakea
-     gangguan pernapasan dimulai dengan megaop-megap, batuk, bersin dan ngorok waktu bernapas
-     ayam tampak lesu
-     napsu makan menurun
-     produksi telur menurun
-     mencret, kotoran encer agak kehijauan bahkan dapat berdarah
-     jengger dan kepala kebiruan, kornea menjadi keruh, sayap turun, otot tubuh gemetar, kelumpuhan hingga gangguan saraf yang dapat menyebabkan kejang-kejang dan leher terpuntir.
Penanggulangan penyakit ini dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu:
-     ayam yang tertular harus dimusnahkan.
-     vaksinasi harus dilakukan untuk memperoleh kekebalan. Jenis vaksin yang kami gunakan adalah ND Lasota yang kami beli dari PT. SHS. Vaksinasi ND yang pertama, kami lakukan dengan cara pemberian melalui tetes mata pada hari ke 2. Untuk berikutnya pemberian vaksin kami lakukan dengan cara suntikan di intramuskuler otot dada.
-     untuk memudahkan untuk mengingat mengenai waktu pemberian vaksin, seorang penulis menyarankan agar memberikan vaksin ini dengan pola  444. maksudnya vaksin ND diberikan pada ayam yang berumur 4 hari, 4 minggu, 4 bulan dan seterusnya dilakukan 4 bulan sekali. Namun kami mempunyai sedikit perbedaan dengan jadwal pola 444.(lihat jadwal pemberian vaksin modifikasi kami)
 Pencegahan yang harus dilakukan oleh para peternak mengingat penyakit ini sangat infeksius adalah sebagai berikut:
-     memelihara kebersihan kandang dan sekitarnya. Kandang harus mendapat sinar matahari yang cukup dan ventilasi yang baik.
-     memisahkan ayam lain yang dicurigai dapat menularkan penyakit ini.
-     memberikan ransum jamu yang baik.    

Gumoro 
Infectious Bursal Disease
Penyakit ini menyerang kekebalan tubuh ayam, terutama bagian fibrikus dan thymus. Kedua bagian ini merupakan pertahanan tubuh ayam. Pada kerusakan yang parah, antibody ayam tersebut tidak terbentuk. Karena menyerang system kekebalan tubuh, maka penyakit ini sering disebut sebagai AIDSnya ayam. Ayam yang terkena akan menampakan gejala seperti gangguan saraf, merejan, diare, tubuh gemetar, bulu di sekitar anus kotor dan lengket serta diakhiri dengan kematian ayam.  
Virus yang menyebabkan penyakit ini adalah virus dari genus Avibirnavirus. Di dalam tubuh ayam, virus ini dapat hidup hingga lebih dari 3 bulan, kemudian akan berkembang menjadi infeksius. Gumoro memang tidak menyebabkan kematian secara langsung pada ayam, tetapi infeski sekunder yang mengikutinya akan menyebabkan kematian dengan cepat karena kekebalan tubuhnya tidak bekerja.  
Seorang penulis menyebutkan bahwa gumoro menyerang anak ayam pada usia 2 – 14 minggu dengan gejala awal sbb:
-     napsu makan berkurang
-     ayam tampak lesu dan mengantuk
-     bulu tampak kusam dan biasanya disertai dengan diare berlendir yang mengotori bulu pantat
-     peradangan di sekitar dubur dan kloaka.biasanya ayam akan mematoki duburnya sendiri.
-     jika tidur, paruhnya menempel di lantai dan keseimbangan tubuhnya terganggu.

Sedangkan penulis yang berbeda menyebutkan gejala gumoro adalah sbb:
-     diare berlendir
-     nafsu makan turun
-     gemetar dan sukar berdiri
-     bulu di sekitar anus kotor
-     ayam suka mematuk di sekitar kloaka  
Penulis yang lain menyebutkan bahwa gumoro dapat dibagi 2 yaitu gumoro klinik dan sub klinik. Gumoro klinik menyerang anak ayam berumur  3-7 minggu. Pada fase ini serangan terhadap kekebalan tubuh ayam tersebut hanya bersifat sementara antara 2-3 minggu. Gumoro subklinik menyerang anak ayam berumur 0-3 minggu. Penyakit ini paling menakutkan karena kekebalan tubuh ayam dapat hilang secara permanen, sehingga ayam dengan mudah terserang infeksi sekunder.  
Gumoro menyebar  melalui kontak langsung, air minum, pakan, alat-alat yang sudah tercemar virus dan udara. Yang sangat menarik adalah gumoro tidak menular dengan perantaraan telur dan ayam sudah sembuh tidak menjadi “carrier”. Upaya penanggulangan gumoro ini dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu vaksinasi, menjaga kebersihan lingkungan kandang.  

Bronchitis 

Infectious Bronchitis

Penyakit ini disebabkan oleh Corona virus yang menyerang system pernapsan. Pada ayam dewasa penyakit ini tidak menyebabkan kematian, tetapi pada ayam berumur kurang dari 6 minggu dapat menyebabkan kematian. Informasi yang lain menyebutkan bahwa ayam yang terserang penyakit ini dan berumur di bawah 3 minggu, kematian dapat mencapai 30-40%. Penularan dapat terjadi melalui udara, peralatan, pakaian. Virus akan hidup selama kurang 1 minggu jika tidak terdapat ternak pada area tersebut. Virus ini mudah mati karena panas atau desinfektan.  
Gejala penyakit IB ini sangat sulit untuk dibedakan dengan penyakit respiratory lainnya. Secara umum gambaran penyakit tersebut adalah:
-     batuk
-     bersin
-     rattling
-     susah bernapas
-     keluar lendir dari hidung
-     terengah-engah
-     napsu makan menurun
-     gangguan pertumbuhan
-     pada periode layer akan didapatkan produksi telur yang sangat turun hingga mendekati zero dalam beberapa hari, butuh waktu sekitar 4 minggu agar ayam kembali berproduksi, bahkan beberapa diantaranya tidak akan kembali ke normal. Telur yang dihasilkan akan berukuran kecil, cangkang telur lunak, bentuk telur menjadi irregular.  
Sanitasi merupakan factor pemutus rantai penularan penyakit karena virus tersebut sangat rentan terhadap desinfektan dan panas. Pencegahan lain yang sangat umum dilakukan adalah dengan memberikan vaksinasi secara teratur.  

Avian Pox

Avian pox mempunyai daya sebar yang relatif lambat. Avian pox disebabkan oleh minimal 3 strain atau tipe yaitu: fowl pox virus (virus cacar pada unggas), pigeon pox virus (virus cacar pada burung dara) dan canary pox virus (virus cacar pada burung kenari). Biasanya cacar yang terjadi pada ayam disebabkan oleh fowl pox virus. Virus ini dapat ditularkan secara langsung maupun tidak langsung. Virus ini sangat resisten pada keropeng yang kering dan dalam beberapa kondisi dapat hidup hingga beberapa bulan. Virus ini dapat ditransmisikan melalui beberapa spesies nyamuk. Nyamuk ini akan membawa virus yang infeksius ini setelah nyamuk tersebut menggigit unggas yang terinfeksi.  
Meskipun fowl pox penyebarannya relatif lambat, kawanan unggas ini dapat berpengaruh selama beberapa bulan. Perjalanan penyakit ini memerlukan waktu sekitar 3-5 minggu.  
Gejala yang didapatkan pada penyakit ini adalah:
-     pertumbuhan yang lambat pada unggas muda
-     telur menurun pada periode layer
-     kesulitan bernapas dan makan
-     dry pox, dimulai dari “small whitish foci” dan kemudian berkembang menjadi “wart-like nodules”. Nodule tersebut kemudian akan mengelupas dalam proses penyembuhan. Lesi ini biasanya terlihat pada bagian tubuh yang tidak berbulu seperti lubang telinga, mata , jengger, pial dan kadang-kadang ditemukan di kaki.
-     wet pox diasosiasikan dengan cavitas oral dan traktus respiratorius bagian atas, terutama pada laryng dan trakea.  
Langkah pencegahan yang utama adalah memberikan vaksinasi pada ayam. Pemberian vaksinasi dilakukan dengan melakukan penusukan pada sayap dengan jarum khusus.
  Marek (Visceral Leukosis)
Disebabkan oleh virus tipe DNA yang tergolong herpes tipe B. Marek diidentikan dengan penyakit anak ayam, meskipun demikian penyakit ini juga dapat menginfeksi ayam yang lebih tua. Anak ayam terserang adalah kelompok umur 3-10 minggu. Umur 8-9 minggu merupakan umur yang paling rawan. Penularan dapat terjadi secara kontak langsung, kotoran ayam, debu dan peralatan kandang.  
Marek dapat menimbulkan beberapa variasi gejala klinis, antara lain:
-    Marek tipe visceral
Ditandai dengan lesi pada gonad, hati, limpa, ginjal dan kadang-kadang pada jantung, paru dan otot. Penyakit ini biasanya akut, rupanya unggas yang sehat akan mengalami kematian secara cepat dengan tumor internal yang masif.
-     Marek tipe neural  
Ditandai dengan kelumpuhan yang progresif pada sayap, kaki dan leher. Penurunan berat badan, anemia, kesulitan bernapas dan diare merupakan gejala yang sering ditemukan .
-    Ocular leucosis atau “gray eye”
Morbiditas dan mortalitas biasanya sangat kecil tetapi disebutkan mendekati 25%. Gejalanya dikarakteristikan dengan spotty depigmentation atau diffuse graying pada iris mata. Pupil mata berbentuk irregular dan gagal bereaksi terhadap cahaya. Diare berat dan kematian.
-     Skin leukosis
Pembesaran folikel bulu karena akumulasi limfosit.
Pencegahan dapat dilakukan dengan memberikan vaksinasi pada DOC berumur 1 hari dengan vaksin Cryomarex HVT atau Cryomarex Rispens.Ayam yang terinfesi sebaiknya dimusnahkan agar tidak menularkan ke ayam yang sehat.

INFEKSI BAKTERI 

Snot/Coryza

Disebabkan oleh bakteri Haemophillus gallinarum. Penyakit ini biasanya menyerang ayam akibat adanya perubahan musim. Perubahan musim biasanya mempengaruhi kesehatan ayam. Snot banyak ditemukan di daerah tropis. Penyakit ini menyerang hampir semua umur ayam. Angka kematian yang ditimbulkan oleh penyakit ini mencapai 30% tetapi angka morbiditas atau angka kesakitannya mencapai hingga 80%. Snot bersifat kronis, biasanya berlangsung antara 1-3 bulan. Ayam betina berumur 18-23 minggu paling rentan terhadap penyakit ini. Namun menurut pengalaman kami, ayam berumur kurang dari 16 minggu mempunyai angka kematian yang cukup tinggi jika terkena penyakit ini. Sedangkan ayam yang sedang bertelur dapat disembuhkan tetapi produktivitas telur menurun hingga 25%. Penularan Snot dapat melalui kontak langsung, udara, debu, pakan, air minum, petugaskandang dan peralatan yang digunakan.  
Dari berbagai referensi yang kami dapatkan gejala penyakit Snot pada ayam adalah sbb:
-     ayam terlihat mengantuk, sayapnya turun
-     keluar lendir dari hidung, kental berwarna kekuningan dan berbau khas
-     muka dan mata bengkak akibat pembengkakan sinus infra orbital
-     terdapat kerak dihidung
-     napsu makan menurun sehingga tembolok kosong jika diraba
-     ayam mengorok dan sukar bernapas
-     pertumbuhan menjadi lambat.  
Pengobatan Snot yang diberikan adalah preparat sulfat seperti sulfadimethoxine atau sulfathiazole, menurut beberapa penulis penyakit ini dapat diobati dengan antibiotika seperti Ultramycin, imequil atau corivit. Kami menggunakan preparat enrofloksacyn atau lebih dikenal dengan Enflox produksi SHS dan saat ini kami sedang mencoba menggantinya dengan preparat amphycillin dan colistin atau lebih dikenal dengan Amphyvitacol produksi Vaksindo. Seorang penulis menyebutkan pengobatan tradisional juga dilakukan dengan memberikan susu bubuk yang dicampur dengan air dan dibentuk sebesar kelereng sesuai dengan bukaan mulut ayam dan diberikan 3 kali sehari.  
Sedangkan pengobatan tradisional yang kami lakukan adalah memberikan perasan tumbukan jahe, kunir, kencur dan lempuyang. Air perasan ini dicampurkan pada air minum. Sedangkan ampasnya kami campurkan pada sedikit pakan. Selain ramuan ini menghangatkan tubuh ayam, ramuan ini juga berkhasiat untuk menambah napsu makan ayam. Selain memberikan obat yang diberikan bersama dengan air minum, kami juga memberikan obat secara suntikan pada ayam yang sudah parah. Obat yang kami berikan adalah Sulfamix dengan dosis 0.4 cc/kg BB ayam. Hal lain yang perlu dilakukan karena penyakit ini mempunyai penularan yang sangat cepat dan luas, ayam yang terkena Snot harus sesegera mungkin dipisahkan dari kelompoknya.  
Upaya pencegahan yang dilakukan adalah dengan menjaga kebersihan kandang dan lingkungan dengan baik. Kandang sebaiknya terkena sinar matahari langsung sehingga mengurangi kelembaban. Kandang yang lembab dan basah memudahkan timbulnya penyakit ini.  

Berak Kapur

atau Pullorum

Berak kapur disebabkan oleh bakteri Salmonella pullorum. Berak kapur sering ditemukan pada anak ayam umur 1-10 hari.  
Gejala yang timbul adalah :
-     napsu makan menurun
-     kotoran encer dan bercampur butiran-butiran putih seperti kapur
-     bulu dubur melekat satu dengan yang lain
-     jengger berwarna keabuan
-     badan anak ayam menjadi menunduk
-     sayap terkulai
-     mata menutup  
Penulis yang lain mengatakan gejala anak ayam yang terkena berak kapur selain gejala yang disebutkan di atas, anaka ayam akan terlihat pucat, lemah, kedinginan dan suka bergerombol mencari tempat yang hangat.  
Berbeda dengan ayam dewasa, gejala berak kapur tidak nyata benar. Ayam dewasa yang terkena berak kapur akan mengalami penurunan produktivitas telur, depresi, anemia, kotoran encer dan berwarna kuning.  
Pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga sanitasi mulai dari mesin penetasan hingga sanitasi kandang dan melakukan desinfeksi kandang dengan formaldehyde sebanyak 40%. Ayam yang terkena penyakit sebaiknya dipisahkan dari kelompoknya, sedangkan ayam yang parah dimusnahkan. 
Pengobatan Berak Kapur dilakukan dengan menyuntikkan antibiotik seperti furozolidon, coccilin, neo terramycin, tetra atau mycomas  di dada ayam. Penulis lain menyebutkan pengobatan dapat dilakukan dengan menggunakan preparat sulfonamide.  

Berak Hijau

Penyebab penyakit ini belum diketahui secara pasti, demikian pula pengobatannya. Selama ini penyakit ini diduga disebabkan oleh bakteri sejenis Salmonella pullorum. Penularan berak hijau  sangat mudah yaitu melalui kontak langsung termasuk saat jantan mengawini betina dan melalui pakan dan minuman yang terkontaminasi dengan ayam yang sakit. Pengaruh penyakit ini dapat sampai ke DOC keturunan induk yang sakit.
Gejala penyakit ini adalah:
-          jengger berwarna biru
-          mata lesu
-          napsu makan menurun
-          sekitar pantat terlihat memutih dan lengket.
Upaya pencegahan merupakan hal utama antara lain dengan menjaga sanitasi kandang, memisahkan antara ayam yang sakit memberikan pakan yang yang baik. 
Jika ayam yang terinfeksi mengalami kematian, lebih baik ayam tersebut dibakar agar bakteri tersebut ikut mati dan tidak menular ke ayam yang lain.    

 

Kolera

Penyebab penyakit ini adalah bakteri Pasteurella gallinarum atau Pasteurella multocida. Biasanya menyerang ayam pada usia 12 minggu. Penyakit ini menyerang ayam petelur dan pedaging. Serangan penyakit ini bisa bersifat akut atau kronis. Ayam yang terserang kolera akan mengalami penurunan produktivitas bahkan mati. Bakteri ini menyerang pernapasan dan pencernaan.
Kolera dapat ditularkan melalui kontak langsung, pakan, minuman, peralatan, manusia, tanah maupun hewan lain. Pada serangan akut, kematian dapat terjadi secara tiba-tiba.
Sedangkan pada serangan kronis didapatkan gejala sbb:
-     napsu makan berkurang
-     sesak napas
-     mencret
-     kotoran berwarna kuning, coklat atau hijau berlendir dan berbau busuk
-     jengger dan  pial bengkak serta kepala berwarna kebiruan
-     ayam suka menggeleng-gelengkan kepala
-     persendian kaki dan sayap bengkak disertai kelumpuhan
-     lesi yang didapatkan pada unggas yang mengalami kematian pada kolera akut antara lain adalah :
+    perdarahan pintpoint pada membran mukosa dan serosa dan atau pada lemak abdominal
+    inflamasi pada 1/3 atas usus kecil
+    gambaran “parboiled” pada hati
+    pembesaran dan pembengkakan limpa
+    didapatkan material berbentuk cream atau solid pada persendian  
Diagnosis secara tentative dapat didirikan atas riwayat unggas, gejala dan lesi postmortem. Sedangkan diagnosis definitive didapatkan pada isolasi dan identifikasi organisme ini.  
Tindakan pencegahan sangat penting dilakukan antara lain dengan menjaga agar litter tetap kering, mengurangi kepadatan kandang, menjaga kebersihan peralatan kandang dan memberikan vitamin dan pakan yang cukup agar stamina ayam tetap terjaga. 
Pengobatan kolera dapat dilakukan dengan menggunakan preparat sulfat atau antibiotik seperti noxal, ampisol atau inequil.  

Chronic Respiratory Disease (CRD)

atau ngorok

atau Air Sac

atau Sinusitis

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycoplasma galisepticum. Biasanya menyerang ayam pada usia 4-9 minggu. Penuluaran terjadi melalui kontak langsung, peralatan kandang, tempat makan dan minum, manusia, telur tetas atau DOC yang terinfeksi.  
Seorang penulis menyebutkan bahwa gejala CRD ini mirip dengan Snot atau Coryza yaitu:
-          batuk-batuk
-          napas berbunti atau ngorok
-          keluar cairan dari lubang hidung
-          nafsu makan turun
-          produksi telur turun
-          ayam suka menggeleng-gelengkan kepalanya  

 Sedangkan penulis lain mengatakan gejala yang timbul pada
 CRD adalah:
-     ayam kehilangan napsu makan secara tiba-tiba dan terlihat lesu
-     warna bulu pucat, kusam dan di beberapa lokasi terjadi perlengketan terutama di sekitar anus
-     terjadi inkoordinasi saraf
-     tinja cair dan berwarna putih  
Pencegahan terhadap penyakit ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari cara yang paling sederhana yaitu tidak membeli DOC dari produsen yang tidak diketahui  dan melakukan sanitasi kandang. 
Pengobatan CRD pada ayam yang sakit dapat diberikan baytrit 10% peroral, mycomas dengan dosis 0.5 ml/L air minum, tetraclorin secara oral atau bacytracyn yang diberikan pada air minum.    

Colibacillosis

Penyebab penyakit ini adalah Escherichia coli. Problem yang ditimbulkan dapat infeksi akut berat dengan kematian yang tiba-tiba dan angka kematian yang tinggi hingga infeksi ringan dengan angka kesakitan dan kematian yang rendah.infeksi dapat terjadi pada saluran pernapasan, septicemia atau enteritis karena infeksi pada gastrointestinal. Penyakit ini dapat berdiri sendiri atau diikuti oleh infeksi sekunder. Infeksi sekunder yang menyertai penyakit ini adalah Mycoplasma gallisepticum. Semua umur dapat terkena penyakit ini, namun yang paling banyak adalah ayam usia muda.  
Gejala yang ditimbulkan pada penyakit ini disebabkan oleh toksin yang dikeluarkan oleh bakteri akibat pertumbuhan dan multiplikasi. Invasi primer terjadi pada system pernapasan dan system gastrointestinal. Omphalitis atau infeksi pada anak ayam terjadi karena penutupan tali pusat yang kurang baik atau karena invasi bakteri melalui cangkang telur pada saat inkubasi.  
Berikut ini gejala yang timbul pada penyakit ini adalah:
-          napsu makan menurun
-          ayam lesu dan tidak bergairah
-          bulu kasar
-          sesak napas
-          kotoran banyak menempel di anus
-          diare
-          batuk
Pada septicemia akut dapat menyebabkan kematian yang tiba-tiba.
Pada pembedahan akan didapatkan:
-     dehydrasi
-     bengkak dan kongesti pada hati, limpa dan ginjal
-     perdarahan pinpoint pada organ viscera
-     eksudat fibrinous pada kantung udara, kantung jantung dan permukaan jantung, hati dan paru (sangat karakteristik)
-     usus menipis dan inflamasi serta mengandung mucous dan area perdarahan            
Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga sanitasi kandang seperti menjaga ventilasi udara, litter yang terjaga kebersihannya, secara teratur melakukan desinfeksi terhadap peralatan dan fasilitas lainnya. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah menjaga kualitas pakan dan air minum, kepadatan kandang harus diperhatikan, penanganan mesin penetas telur dan menjauhkan ayam dari stress yang dapat menurunkan daya tahan tubuh.  
Pengobatan Colibasillosis dapat dilakukan dengan obat-obat sulfa, neomisin, streptomisin dan tetrasiklin. Meskipun demikian, menurut info yang lain dikatakan pengobatan penyakit ini cenderung susah dan tidak menentu.  

INFEKSI PROTOZOA
  Berak Darah/ Koksidiosis
Berak darah atau sering disebut dengan koksidiosis disebabkan oleh protozoa dari genus Eimeria. Penularan penyakit ini dapat melalui kontak secara langsung maupun tidak langsung seperti kontak dengan droplet dari unggas yang terinfeksi. Pada saat unggas memakan koksidia, organisme ini akan menginvasi usus dan mengakibatkan kerusakan dan kemudian mulai berkembang biak. Beberapa minggu setelah terjadinya infeksi, koksidia akan berubah menjadi oocyst. Oocyst masih belum cukup matur, meskipun  oocyst  terdapat pada droplet, oocyst ini tidak dapat menginfeksi unggas lain kecuali ia berkembang  (sporulasi) menjadi bentuk yang lebih matang di litter. Bentuk inilah yang dapat menyebabkan infeksi pada unggas. Berat tidaknya penyakit ini tergantung dari jumlah protozoa yang termakan. Di dalam peternakan, penyakit ini sangat mudah ditularkan melalui alas kaki, baju, burung liar, peralatan, tempat pakan, serangga atau rodent.  
Gejala yang timbul pada penyakit ini adalah sbb:
-     kotoran lembek cenderung cair dan berwarna coklat kehitaman kerena mengandung darah
-     pertumbuhan terhambat
-     napsu makan menurun
-     pada pembedahan ayam yang mengalami kematian akibat penyakit ini akan ditemukan pada usus besarnya akan bengkak berisi darah.
Pencegahan dapat dilakukan dengan cara memberikan vaksinasi pada ayam pada usia 4 hari. Biasanya kami akan memberikan vaksinasi ini dengan melakukan penyemprotan pada pakan. Selain itu harus dilakukan sanitasi yang baik pada kandang DOC. Pilihlah pakan yang sudah mengandung koksidiostat ( preparat pembunuh protozoa Eimeria).    

INFEKSI PARASIT

  Cacingan
Worm Disease
  Cacingan pada ayam  dapat disebabkan oleh:  
-      Ascaridia galli
Infeksi cacing ini terutama menyerang ayam usia 3-4 bulan. Spesimen dari parasit ini kadang-kadang ditemukan dalam telur. Cacing ini berpindah tempat dari usus ke oviduct dan dapat masuk ke dalam telur pada saat pembentukan telur tersebut. Cacing dewasa mudah dilihat dengan mata telanjang karena panjang cacing dewasa mencapai ½ hingga 3 inchi.
Riwayat hidup cacing ini sangat simple. Cacing betina akan meletakan telurnya di usus unggas yang terinfeksi dan akan ikut dikeluarkan bersama tinja. Embrio akan terus berkembang dalam telur tersebut meskipun tidak akan langsung menetas. Larva dalam telur mencapai stadium infektif dalam 2-3 minggu. Telur yang mengandung embryo ini sangat tahan banting bahkan dalam kondisi laboratorium dapat bertahan hingga 2 tahun, sedangkan dalam keadaan biasa akan tetap bertahan hingga 1 tahun bahkan lebih. Hal yang penting di sini adalah desinfektan yang digunakan pada peternakan tidak dapat membunuh/ merusak telur. Unggas akan terinfeksi jika memakan telur cacing ini.
Unggas yang terinfeksi oleh cacing ini akan terlihat lesu, diare dan kurus. Kerusakan utama yang ditimbulkan adalah penurunan efisiensi pakan, namun kematian hanya timbul pada infeksi yang sangat berat.  
Pencegahan dapat dilakukan dengan melakukan sanitasi kandang dengan baik dan pemisahan ayam berdasarkan umur. Bersihkan kandang sebersih mungkin jika kandang akan digunakan untuk populasi ayam yang baru.Sedangkan obat yang digunakan adalah preparat piperazine yang hanya dapat memutus rantai penularan dengan membunuh cacing dewasa. Preparat yang biasa kami gunakan dan kami berikan tiap 4 minggu adalah Piperavaks produksi dari Vaksindo. Pemberian obat ini cukup dicampurkan pada air minum.  
-      Heterakis gallinae
Parasit ini tidak menimbulkan akibat yang serius pada kesehatan ayam. Minimal tidak menimbulkan gejala atau patologi yang signifikan. Cara penularan cacing ini sama dengan Ascaris. Namun telur yang mengandung larva akan infektif dalam 2 minggu. Dalam cuaca yang dingin akan membutuhkan waktu yang lebih panjang. Parasit ini dapat dibasmi dengan fenbendazole.  
-     Capillaria annulata atau Capllaria contorta
Cacing ini sering ditemukan pada esophagus dan tembolok. Parasit ini menyebabkan penipisan dan inflamasi pada mukosa. Pada system gastrointestinal bagian bawah, dapat ditemukan beberapa spesies parasit tetapi biasanya adalah Capillaria obsignata.  
Berbeda dengan cacing yang lain, pembentukan embryo memakan waktu 6-8 hari dan akan sangat infeksius untuk peternakan. Kerusakan terparah akan terjadi pada 2 minggu setelah infeksi. Parasit ini akan menimbulkan inflamasi berat dan kadang-kadang terjadi perdarahan. Erosi pada usus akan menyebabkan kematian. Problem yang sering ditimbulkan oleh parasit ini adalah penurunan pertumbuhan, penurunan produksi dan fertilitas.  
Sanitasi yang baik merupakan kunci pencegahan yang utama. Pemberian vitamin A dapat memberikan nilai tambah. Parasit ini dapat dibasmi dengan menggunakan fenbendazole atau leviamisole.  
Secara umum, seorang penulis menggambarkan gejala penyakit cacingan pada ayam adalah sbb:
-     tubuh ayam menjadi kurus
-     nafsu makan berkurang
-     sayap kusam dan terkulai
-     kotoran encer, berlendir berwarna keputihan dan kadang berdarah
-     pertumbuhan lamban  
Penanggulangan yang dapat dilakukan secara umum adalah:
-     sanitasi kandang dengan desinfektan
-     pemberian Caricid pada umur 4-6 minggu dengan dosis 30 ml/3 liter air untuk 100 ekor ayam. Umur lebih dari 6 minggu diberi dosis 6 ml/10 L air untuk 100 ekor ayam
-     campurkan premix 2.4% ke dalam makanan dengan dosis 2.5 kg/kg pakan diberikan selama 5-6 hari  
--- Faktor Lain ---  

Faktor utama penyebab ayam sakit adalah karena kecerobohan dalam mengelola peternakan yang diakibatkan oleh faktor-faktor :
1.     Sanitasi yang tidak benar, dengan ciri peternakan menjadi kotor, bau dan terkesan jorok
2.     Tidak melakukan pembersihan rutin dan pemberian obat dan vitamin kepada unggas yang ada.
3.     Dan tidak dilakukannya vaksinasi pada unggas.

Yang terpenting adalah
" LAKUKAN VAKSINASI "
Dengan cara-cara yang benar dan waktu yang teratur seperti kami terangkan pada halaman vaksinasi.


Sebagian dari cara vaksinasi yang kami lakukan
(semua gambar adalah milik GloryFarm)

http://dc166.4shared.com/img/5o6enPxr/preview_html_fa79fd7.jpg
Vaksinasi Coryza

http://dc166.4shared.com/img/5o6enPxr/preview_html_51f68c37.jpg
Vaksinasi Cacar

http://dc166.4shared.com/img/5o6enPxr/preview_html_e0de941.jpg
Vaksinasi ND-IB

http://dc166.4shared.com/img/5o6enPxr/preview_html_268307c5.jpg
Vaksinasi ND


Vaksinasi  Menurut  Literatur
Tulisan disusun oleh: dr. Sauvani J.

Pada buku  “Pembibitan Ayam Ras” dimuat table vaksinasi untuk anak ayam masa starter dan table program vaksinasi untuk ayam bibit tipe berat di daerah kasus ND. Di dalam table kedua memang mempunyai kondisi khusus yaitu daerah yang endemis ND. Jadi tidak mengherankan jika pada program vaksinasinya dipenuhi dengan vaksinasi ND baik ND Kill maupun ND La Sota.
Program vaksinasi pada anak ayam ras masa starter tergolong sangat komplit mengingat anak ayam ras memang lebih rentan dibandingkan dengan anak ayam kampung. Program vaksinasi ini dimulai saat DOC divaksinasi Marek dan  IB dilakukan dengan tetes mata pada hari kedua. Yang menarik adalah ND dilakukan secara bersamaan pada hari kelima dengan melalui subcutan dan tetes mata lalu diulang kembali 1 minggu kemudian dengan pemberian secara tetes mata. 
Pengulangan atau booster ND berikutnya pada hari ke 21 dengan pemberian melalui intramuskuler pada otot dada dan pada hari ke 35 (minggu kelima) yang diberikan secara intramuskuler pada otot dada dan tetes mata serta dibarengi dengan fowl pox. Satu hal yang menarik untuk diperhatikan adalah pada hari ke 35 dilakukan 3 vaksinasi sekaligus. 
Hal ini cukup merepotkan karena masing-masing mempunyai perlakuan yang sangat berbeda sehingga membutuhkan waktu yang sangat lama untuk dapat menyelesaikan seluruh vaksinasi tersebut. 
Satu hal lain yang menarik adalah vaksinasi ND dianjurkan untuk dilakukan di hampir setiap minggu.
Program vaksinasi ini hampir dapat dikatakan kelanjutan dari program vaksinasi anak ayam masa starter dengan sedikit perbedaan pada hari ke 5 ND Kill hanya diberikan secara subcutan dan hari ke 9 diberikan IBD live pada air minum.
Pada table ini  dapat dilihat pengulangan vaksinasi ND sangat sering  yaitu pada minggu ke 11, 18 dan 25. Setelah minggu ke 25 pengulangan dilakukan 4 bulan berikutnya lalu setiap 2,5 bulan. Pengulangan vaksinasi ini disebabkan karena kasus ND yang sedang berjangkit pada wilayah tersebut.
Modifikasi Vaksinasi 
http://dc166.4shared.com/img/5o6enPxr/preview_html_4821b378.png
Tulisan disusun oleh: dr. Sauvani J.
Program vaksinasi yang kami lakukan merupakan modifikasi yang kami buat untuk mempermudah mengingat dan proses vaksinasi itu sendiri tanpa mengabaikan keadaan lingkungan.
              Standard - Glory Farm
Program vaksinasi yang kami jalankan adalah sbb:
-          Vaksinasi ND + IB
Vaksinasi ini bertujuan untuk menimbulkan kekebalan ayam terhadap infeksi ND dan IB. Pada area peternakan kami saat ini bukan merupakan daerah yang endemis ND maupun IB, namun karena letak peternakan kami berdekatan dengan peternakan yang lain, maka sebagai antisipasinya kami selalu melakukan vaksinasi ini. Kami melakukan vaksinasi ini dengan dua cara yaitu tetes mata dan injeksi intramuskular pada otot dada.
Metode tetes mata
Kami biasanya akan memberikan vaksin dengan metode tetes mata pada anak ayam usia 3 hari. Oleh karena itu, karton atau doos yang digunakan untuk pengemasan DOC dari breeder jangan buru-buru dibuang, karton ini digunakan untuk mengemas anak ayam sebelum dilakukan vaksinasi dan pada saat vaksinasi, anak ayam tersebut diambil dari karton satu persatu untuk dilakukan vaksinasi. Dengan demikian tidak ada anak ayam yang terlewati.
Vaksin ini berupa serbuk yang dikemas di dalam vial. Pada saat penggunaan, tutup ampul dibuka  dan dicampur dengan diluent khusus yang dapat dibeli bersamaan dengan pembelian vaksin. Jangan langsung menuangkan seluruh diluent, cukup sebagian saja hingga vaksin tersebut larut dan kemudian lakukan pembilasan beberapa kali dengan sisa diluent. Botol diluent tersebut nantinya akan digunakan sebagai alat penetes mata.
Biasanya kami membeli vaksin ND + IB ini untuk 1000 dosis, dengan pengertian bahwa 1 ampul vaksin dapat digunakan untuk memvaksinasi 1000 anak ayam. Demikian pula dengan diluent yang digunakan juga untuk 1000 dosis.
Anak ayam yang telah disiapkan sebelumnya, kami ambil seekor demi seekor dan kami lakukan vaksinasi dengan meneteskan vaksin ke salah satu mata anak ayam tersebut. Pada proses vaksinasi yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai vaksin tersebut habis terbuang karena vaksin terus menerus menetes akibat cara memegang botol pelarut (yang digunakan sebagai alat penetes) yang salah. Biasanya kami melakukan proses vaksinasi ini pada sore hari sekitar jam 17.00 WIB hingga selesai.
Jika vaksin yang telah dicampurkan dengan diluent tidak habis terpakai, maka vaksin tersebut harus dibuang atau dimusnahkan dan tidak dapat disimpan kembali.
Metode injeksi intramuskuler
Metode ini biasanya kami lakukan pada ayam usia 30 dan 50 minggu. Vaksinasi ini hanya bersifat penggulangan atau booster terhadap vaksinasi yang telah dilakukan sebelumnya. Metode ini memerlukan alat  bantu berupa stroker dan selang khusus. Stroker ini merupakan alat suntik otomatis yang dapat kita atur berapa jumlah cairan yang akan kita suntikan. Memang alat ini cukup mahal harganya, namun dengan adanya alat ini vaksinasi akan lebih mudah untuk dilakukan. Sedangkan selang khusus merupakan selang penghubung antara botol penyimpan vaksin dan stoker. Biasanya selang ini didapatkan dari produsen vaksin. DSCN  
Persiapan yang harus dilakukan adalah melarutkan vaksin dengan aqua destilata. Banyaknya aqua destilata tergantung dari dosis vaksin dan keinginan dari pelaku vaksinasi. Biasanya kami menggunakan 0.3 ml perdosis vaksin sehingga kami melarutkan vaksin untuk 1000 dosis dengan 300 ml aqua destilata. Pada table vaksinasi, kami gunakan 11/2 – 2 dosis untuk setiap ayam. Maksudnya adalah 1 ekor ayam kami suntik dengan dosis 11/2 kalinya  atau double dosis namun tetap menggunakan jumlah pelarut yang sama sehingga tetap menggunakan 300 ml aqua untuk 1500 atau 2000 dosis.
Cara melarutkannya sangat mudah yaitu dengan memasukan vaksin ke aqua destilata yang telah diukur jumlahnya, kemudian kocok dan bilas ampul vaksin beberapa kali dengan aqua tersebut. Setelah semua siap, pasang selang pada botol aqua tersebut dengan menancapkan ujung selang yang mempunyai jarum khusus dan ujung pada belahan yang lain disambungkan pada stroker. Yang perlu diperhatikan pada pemasangan stroker adalah penyesuaian dosis pada alat tersebut, jika hanya menginginkan hanya 0,3 ml saja yang kita suntikan, maka alat tersebut juga harus kita set sehingga vaksin yang akan dikeluarkanpun 0,3 ml. Penyesuaian alat ini sangat mudah hanya dengan menyetel sekrup ulir pada ujung alat. DSCN
Setelah semuanya siap, sekat kandang menjadi 2 bagian dengan menggunakan terpal. Seluruh ayam dikumpulkan pada salah satu sisi kandang. Pegang 5 ekor ayam sekaligus pada bagian kakinya dengan menggunakan satu tanggan dan usahakan agar dada ayam menghadap ke atas untuk memudahkan penyuntikkan. Penyuntikkan dilakukan pada dada ayam dengan hati-hati jangan sampai terlalu dekat dengan tulang dada dan jangan sampai tembus hingga mengenai hati. Biasanya kami menyuntikkan stroker dengan jarak ± 0,5-1 cm dari tulang dada  dengan arah suntikkan lebih mendatar. DSCN
Kami melakukan vaksinasi ini pada sore hari. Biasanya kami memulainya pukul 17.00 WIB hingga selesai. Jika pada musim kemarau dan pada pukul 17.00 WIB matahari masih bersinar kuat, botol larutan vaksin harus ditutup dengan plastik hitam atau diletakkan di tempat yang teduh agar tidak terkena sinar matahari langsung yang dapat membuta vaksin tersebut menjadi tidak aktif atau rusak. Sisa vaksin yang masih ada harus segera dimusnahkan dan tidak dapat dipakai kembali.
-          Vaksinasi IB
Selain merupakan gabungan dengan ND, kami juga melakukan vaksinasi IB dengan memberikannya pada air minum. Vaksinasi ini kami berikan pada ayam umur 35 hari dan 13 minggu.
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memuasakan air minum pada ayam yang akan divaksin. Caranya adalah ambil seluruh tempat minum 2 jam sebelum melakukan vaksinasi.
Setelah 2 jam kemudian, campurkan vaksin pada air minum ayam. Jumlah air minum yang dicampurkan jangan terlalu banyak, hanya cukup untuk jumlah ayam dalam kandang tersebut namun harus habis dalam waktu 2 jam setelah pemberian. Hal ini dilakukan untuk mencegah kerusakan vaksin akibat hawa panas sehingga tidak akan ada gunanya lagi. 
Pemberian vaksin ini dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB. Pencampuran vaksin pada air minum dilakukan pada tempat yang teduh dan pada saat membawa ke kandang pastikan agar air minum tersebut tidak terpapar sinar matahari langsung  atau suhu yang tinggi karena dapat merusak vaksin.
-          Vaksinasi ND La Sota
Vaksin ND La Sota kami lakukan pada anak ayam umur 4 hari, 28 & 29 hari, hari ke 56 & 57, minggu ke 12 dan minggu ke 16. Metode pemberian vaksinasi ND La Sota ini ada 2 macam yaitu melalui air minum dan injeksi intramuskuler pada otot dada. Kami sengaja memberikan kedua metode tersebut pada hari ke 28 & 29 serta hari ke 56 & 57 hanya untuk memastikan bahwa kekebalan yang terbentuk dapat sempurna. Namun tidak menutup kemungkinan jika anda yang ingin mengadopsi program vaksinasi ini tidak memberikan vaksinasi ND metode air minum namun cukup dengan melakukan injeksi intramuskuler otot dada saja. Penjelasan mengenai kedua metode tersebut dapat dilihat pada vaksinasi ND + IB untuk injeksi intramuskuler sedangkan untuk metode air minum dapat dilihat pada vaksinasi IB
-          Vaksinasi Cocci
Meskipun kebanyakan peternak tidak melakukan vaksinasi ini, namun kami tetap melakukannya untuk mencegah timbulnya berak darah pada ayam kami. Vaksinasi kami lakukan pada anak ayam berumur 5 hari. Metode pemberian vaksinasi  yang kami lakukan adalah penyemprotan pada pakan.  Seperti layaknya memberikan vaksinasi melalui air minum, anak-anak ayam ini juga dipuasakan makan  terlebih dahulu selama kurang lebih 2 jam sebelumnya.
Alat yang perlu disiapkan adalah nampan pakan, gelas ukur dan alat semprot. Kemudian timbang pakan ayam hingga masing-masing ayam mendapat 10 gr/ekor. Biasanya untuk 1000 ekor anak ayam kami membagi pakan tersebut pada 15 nampan pakan dengan tujuan agar vaksin dapat mengenai pakan secara merata dan anak ayam tidak saling berebut dan semuanya mendapat pakan secara merata pula.
Untuk persiapan vaksinasi, kami sediakan aqua destilata sebanyak 200 ml pada gelas ukur dan diberikan stabilizer yang akan mencegah penggumpalan vaksin saat dicampur ke dalam aqua. Jika stabilizer tersebut sudah tercampur dengan baik dan tidak terdapat bongkahan yang tersisa, campur vaksin cocci tersebut dan diaduk kembali hingga semuanya tercampur rata. Kemudian tambahkan aqua destilata hingga 500 ml, diaduk kembali dan larutan tersebut dimasukkan ke dalam alat penyemprot lalu disemprotkan secara merata ke seluruh pakan yang terdapat dalam nampan pakan. Ulangi penyemprotan tersebut beberapa kali pada nampan pakan yang sama hingga yakin benar bahwa seluruh pakan sudah terkena vaksin cocci.
Nampan-nampan pakan tersebut diletakkan secara merata pada seluruh chickguard sehingga anak-anak ayam tersebut tidak berebut makanan. Pemberian vaksin cocci pada pakan ini kami lakukan pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB dan seperti halnya vaksin yang lain, vaksin ini juga tidak boleh terpapar oleh sinar matahari secara langsung.
-          Vaksinasi Gumoro
Vaksin gumoro kami berikan pada anak ayam umur 16 dan 23 hari melalui air minum. Langkah-langkah yang dilakukan pun sama saja dengan vaksinasi IB. Kami sengaja memberikan pengulangan atau booster selang 1 minggu kemudian untuk mendapatkan kekebalan terhadap gumoro yang sempurna.
-          Vaksinasi Coryza
Pada peternakan kami Snot merupakan masalah penyakit yang paling sering timbul. Menurut literature yang kami dapat, snot ini menyerang ayam pada umur 18-23 minggu, namun pada kenyataannya anak-anak ayam diberbagai usia dapat terinfeksi oleh snot. Setelah kami amati, snot yang menyerang peternakan kami biasanya terjadi pada anak ayam usia diatas 12 minggu. Oleh karenanya kami melakukan penjagaan yang ketat untuk anak ayam di bawah usia tersebut.
Vaksinasi modifikasi kami berikan pada anak ayam usia 8/9 minggu dengan melakukan injeksi intramuskuler pada paha dengan dosis 0,2 cc/ekor. Kami melakukannya dengan menggunakan spuit dengan ukuran 1 cc karena mengingat paha anak ayam yang sangat kecil. Kami sengaja melakukan vaksinasi modifikasi ini dengan asumsi sebelum usia 12 minggu anak-anak ayam tersebut sudah mempunyai kekebalan terhadap snot.
Pada saat vaksinasi, anak-anak ayam tersebut dipegang dengan posisi dada menghadap ke atas sehingga kedua kaki anak ayam menjadi bebas. Pelaku vaksinasi akan menarik salah satu kaki dan menyuntikkan vaksin pada paha bagian belakang. Penyuntikkan vaksin ini harus dilakukan secara hati-hati jangan sampai mengenai tulang karena akan menyebabkan infeksi dan berakhir dengan kematian.
Hasil yang kami dapatkan dengan modifikasi ini adalah angka kesakitan dan agka kematian akibat snot yang tadinya melanda peternakan kami dapat kami tekan sedemikian rupa sehingga dalam satu kandang dengan jumlah sekitar 300 ekor kami hanya menemukan sekitar 5 ekor yang menunjukkan gejala terserang snot. Dan satu hal yang menarik di sini, setelah kami berikan pengobatan dengan menggunakan injeksi intramuskuler atau menggunakan peroral, anak ayam tersebut cepat sekali kembali kekeadaan semula dan napsu makan anak ayam tersebut tetap normal selama sakit.
Berbeda pada penyuntikkan ayam usia 17 minggu, penyuntikkan dilakukan dengan menggunakan stroker dengan dosis 1 cc/ekor. Cara memegang ayamnya pun juga berbeda karena pada ayam dewasa, pembantu vaksinasi akan memegang ayam pada kedua kakinya sehingga akan lebih memudahkan vaksinasi karena paha ayam-ayam tersebut sudah lebih “berdaging” dibandingkan dengan anak-anak ayam. DSCN
Proses vaksinasi dilakukan pada sore hari sekitar pukul 17.00 WIB. Perlakuan terhadap botol vaksinpun sama, yaitu tidak boleh terpapar sinar matahari secara langsung dan suhu yang tinggi.
Vaksin ini dikemas dalam botol plastik dengan ukuran 500 ml untuk 500-1000 dosis. Setelah melakukan vaksinasi, sisa vaksin yang masih tersisa dalam botol langsung disimpan dalam lemari es.
-          Vaksinasi Fowl Pox
Fowl Pox memang jarang terjadi, tetapi kami tetap melakukan vaksinasi karena kami tidak mau menanggung resiko. Metode vaksinasi ini berbeda dengan yang lainnya yaitu dengan menusuk sayap ayam dengan menggunakan jarum khusus. (Metode vaksinasi dapat dilihat pada keterangan sebelumnya mengenai vaksinasi fowl pox)
Pelaksanaan vaksinasi biasanya dilakukan pada sore hari pukul 17.00 WIB hingga selesai. Jika terdapat vaksin yang tersisa, vaksin tersebut harus dibuang  atau dimusnahkan. Demikian halnya dengan vaksin yang lain, vaksin ini juga tidak diperbolehkan terpapar sinar matahari langsung atau suhu yang tinggi.
-          Vaksinasi ILT
Cara vaksinasi sama seperti melakukan ND + IB tetes mata. Biasanya kami melakukan vaksinasi ini pada sore hari pukul 17.00 WIB. Demikian pula untuk vaksin ini, vaksin harus dijauhkan dari suhu yang tinggi atau terpapar sinar matahari langsung. Vaksin yang tersisa harus dibuang atau dimusnahkan.
-          Vaksinasi ND + IB + EDS (Vaksinasi Triple)
Kami melakukan vaksinasi ini tepat sebelum ayam layer masuk ke kandang baterai yaitu pada usia 16 minggu. Cara vaksinasi sama dengan injeksi intramuskuler pada dada ayam (vaksin ND + IB pada ayam usia 30 dan 50 minggu).
-          Vaksinasi AI (Flu Burung)
Vaksin inilah yang menolong dari kematian ternak kami akibat flu burung di akhir tahun 2003. Pada saat kami mendengar terjangkitnya flu burung di Indonesia saat itu terjadi di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat khususnya daerah Legok, kami segera melakukan antisipasi dengan melakukan vaksinasi pada seluruh ayam yang kami punyai. Pada ayam yang telah siap masuk ke kandang baterai atau ayam indukan pada saat itu, kami lakukan injeksi intramuskuler pada otot dada sebanyak 0,5 ml. Sedangkan anak-anak ayam yang kami punyai semuanya kami suntik secara subcutan dengan dosis 0,2 ml. Beruntunglah antisipasi cepat kami jalankan karena peternakan-peternakan yang berada dekat dengan lingkungan kami mengalami kerugian yang luar biasa bahkan ada yang mengalami kebangkrutan karena seluruh ayamnya mati dalam waktu 3 hari!
Pada saat ini kami melakukan vaksinasi AI tergantung pada keadaan lingkungan sekitar kami, meskipun demikian, ayam di atas usia  12 minggu, ayam layer dan indukan telah kami vaksin seluruhnya dengan dosis 0,5 ml. Berbeda dengan anak-anak ayam, karena kami lebih menitik beratkan pada terjangkitnya snot sehingga kami lebih memprioritaskan vaksinasi snot terlebih dahulu.












MANAJEMEN AWAL AGAR PERFORMA OPTIMAL

K eberhasilan pemeliharaan ayam secara umum ditentukan pula oleh manajemen sebelum DOC masuk dalam kandang (pre chick in) dan saat pertama kali masuk ke kandang (chick in). Manajemen ini memang sangat membutuhkan perhatian khusus karena secara garis besar dalam periode ini peternak dituntut untuk bisa menciptakan tempat dan kondisi yang nyaman bagi anak ayam (DOC) sebagai langkah awal untuk mencapai performa yang optimal.


Manajemen Pre Chick In

Pre chick in disebut juga dengan masa persiapan kandang sebelum chick in. Persiapan kandang merupakan tahap penting dalam pemeliharaan ayam karena tujuan utama dari manajemen pre chick in adalah untuk menghindari timbulnya infeksi penyakit yang menyebabkan kerugian ekonomis cukup besar. Dalam tahap ini perlu diperhatikan mengenai :

1)  Biosekuriti yang ketat

Biosekuriti ketat adalah kunci menekan penularan penyakit dari periode sebelumnya. Untuk mewujudkannya, peternak dapat melakukan berbagai tindakan selama pre chick in yang dimulai dari :

    Tahap persiapan kandang yang optimal seperti pengeluaran feses, penyikatan hingga ke sela-sela kandang, perbaikan kerusakan kandang, pengapuran kandang dan desinfeksi kandang menggunakan Formades atau Sporades

    Desinfeksi Tempat Minum Ayam (TMA) dan Nampan Ransum Ayam DOC (NRDOC) sebelum digunakan kembali. Rendam dalam Zaldes atau Medisep selama 15-30 menit lalu diangin-anginkan sebelum dipakai

    Lakukan pembersihan selokan dan pemotongan rumput di areal sekitar kandang untuk mencegah perkembangbiakan vektor penyakit seperti lalat dan nyamuk

    Masa istirahat kandang yang cukup setelah desinfeksi (minimal selama 14 hari sebelum chick in)


2)  Persiapan peralatan dan perlengkapan kandang

Meliputi pemilihan bahan litter, jumlah NRDOC, TMA dan Indukan Gas Medion (IGM). Perencanaan dan manajemen yang matang dari tahap ini menentukan keberhasilan fase chick in.

    Bahan litter

Bahan litter yang dapat digunakan antara lain sekam padi, jerami, serutan kayu halus dan kertas. Sekam padi merupakan bahan litter yang paling sering digunakan. Ketebalan litter sekam padi yang dianjurkan ialah 8-12 cm. Sebelum dimasukkan ke dalam kandang, litter dikeringkan dulu lalu disemprot dengan Formades atau Sporades, kemudian diangin-anginkan. Tujuannya untuk mematikan bibit penyakit dan memastikan litter benar-benar kering sehingga tidak mudah berjamur.

    Tempat ransum, air minum dan pemanas

Peternak harus membuat list peralatan yang dibutuhkan sesuai jumlah DOC tiap kandang dan disesuaikan dengan kapasitas masing-masing peralatan. Usahakan agar jumlahnya tidak kurang dari kebutuhan agar menekan terjadinya persaingan antar ayam baik dalam hal ransum, air minum maupun ruang gerak. Cek semua peralatan untuk memastikan semua alat berfungsi optimal. Nyalakan pemanas 1-3 jam sebelum chick in. Tujuannya agar panas sudah menyebar merata baik udara, litter maupun air minum. Tindakan ini juga akan mengusir gas amonia, menghangat-kan udara dan air minum serta menurunkan kelembaban litter.


Tabel 1. Peralatan dan Perlengkapan Kandang Brooder Kapasitas 1000 ekor DOC

Manajemen Chick In

Saat chick in, segera buka box DOC dan lakukan penimbangan, penghitungan serta penyeleksian kualitas DOC. Sampel DOC yang akan ditimbang sekitar 10-20%. Bobot badan DOC yang tidak sesuai standar breeder (di atas atau di bawah standar) dipisahkan untuk selanjutnya dipelihara dan diberi perlakuan tersendiri.

Culling DOC yang kualitasnya buruk seperti lesu, bulu kusam, mata keruh atau sakit. Selain berpotensi menjadi sumber penyakit, DOC berkualitas buruk akan menurunkan persen keseragaman berat badan. Setelah itu, segera tebar DOC di brooding.

Saat chick in, peternak juga wajib menyediakan nutrisi dan lingkungan yang baik. Berikut ulasannya :

1)  Nutrisi

Sediakan air gula 2-5% (20-50 gram dalam 1 liter air minum) untuk mengganti energi yang hilang dari tubuh ayam dengan segera. Ada baiknya air minum tersebut hangat (20-240C). Hal ini untuk mencegah cold shock atau ayam trauma meminum air minum karena suhu air terlalu dingin.

Bersamaan dengan itu, berikan pula ransum. Selain sebagai sumber nutrisi, pemberian ransum dini akan memacu perkembangan vili dan pemanjangan usus. Pemberian yang sedikit demi sedikit akan lebih baik daripada sekaligus dalam satu kali pemberian. Daya tampung tembolok DOC yang terbatas dan terjaganya kesegaran ransum adalah alasan anjuran tersebut sehingga nafsu makan ayam tetap tinggi. Keuntungan lain saat memberi ransum yaitu peternak bisa sekaligus mengontrol kondisi ayam. Berikan air minum biasa setelah air gula habis atau 1-2 jam setelah chick in. Akan lebih baik, jika air tersebut ditambah Vita Chick atau Strong n Fit sehingga perkembangan tubuh ayam lebih optimal. Strong n Fit dengan kandungan L-carnitin dan vitaminnya dapat mengubah lemak menjadi energi sehingga meningkatkan berat badan dan daya tahan tubuh ayam. Sedangkan kandungan multivitamin dan growth promoter antibiotic dalam Vita Chick berperan pula dalam mendukung dan meningkatkan pertumbuhan anak ayam. Jika kondisi anak ayam jelek (seperti kaki kering, bulu kusam dan sebagainya) berikan Neo Meditril, Proxan-C, Proxan-S atau Tycotil untuk meminimalkan resiko infeksi bakteri misalnya CRD dan colibacillosis.

Lakukan pemeriksaan konsumsi ransum dan air minum, 2-3 jam setelah pemberian ransum pertama melalui perabaan tembolok. Konsumsi ransum dikatakan baik bila minimal 75% sampel DOC teraba kenyal dan lunak yang mengindikasikan bahwa ayam sudah mengkonsumsi cukup ransum dan juga air minum. Jika perlu, peternak dapat melakukan pemeriksaan kembali 24 jam setelah pemberian ransum dengan indikator 95-100% tembolok ayam harus teraba kenyal dan lunak. Tembolok yang keras menunjukkan bahwa ayam tidak cukup mengkonsumsi air minum atau bahkan mengkonsumsi sekam (litter). Tetapi jika tembolok berisi air, diduga ayam cukup mengkonsumsi air namun tidak dengan ransum. Jika tidak mencapai 95-100%, peternak wajib mengevaluasi manajemen chick in misalnya kualitas fisik dan kandungan nutrisi ransum, kenyamanan kandang, jumlah TRA, TMA dan sebagainya. Selain ketika chick in, metode perabaan tembolok ini juga dapat digunakan saat penggantian tempat ransum. Metodenya sama yaitu pemeriksaan dilakukan 3 jam setelah perlakuan. 
http://4.bp.blogspot.com/--JqWQaR52qk/UFs-rcDQQGI/AAAAAAAAAIM/jQpwktWJzjg/s400/S_Mei_Gbr2.JPG
                       Pemeriksaan konsumsi ransum melalui perabaan tembolok

2)  Modifikasi Lingkungan

Pada 1-3 jam setelah chick in, lakukan pemeriksaan suhu litter apakah sudah nyaman atau belum. Salah satu teknik mendeteksinya ialah melihat kondisi kaki DOC. Jika litter terlalu panas, kaki DOC akan kemerahan dan terlihat pecah-pecah terutama di kuku dan telapak kaki. DOC yang mengalami hal ini biasanya akan berkumpul jauh dari brooder. Suhu kandang brooder ideal berkisar antara 31-330C (Lohman Manual Guide, 2010). Sebaliknya jika litter terlalu dingin, kaki DOC akan teraba dingin (dibanding suhu tubuh kita). Konsumsi ransum dari DOC yang kedinginan atau kepanasan juga akan menurun karena DOC cenderung diam dan meringkuk.


3)  Kesehatan

Hal yang tidak kalah penting setelah ayam chick in ialah memperhatikan faktor kesehatan sebagai faktor pendukung. Sebaiknya lakukan pengukuran titer antibodi maternal. Antibodi maternal merupakan antibodi yang diwariskan dari induk ayam kepada anaknya. Uji serologis untuk mengukur antibodi maternal bisa dilakukan ketika DOC. Pengukuran yang sering dilakukan ialah uji titer antibodi maternal Gumboro. Gambaran antibodi maternal ini bermanfaat untuk memprediksi kapan waktu yang tepat untuk vaksinasi Gumboro pertama dilakukan. Uji titer antibodi maternal tersebut bisa dilakukan di Medilab Medion.


Seluruh kegiatan manajemen, baik pre chick in maupun chick in berkontribusi untuk menciptakan kondisi DOC yang sehat dan mampu menghasilkan produktivitas optimal karena manajemen awal ini juga sangat menentukan keberhasilan periode pemeliharaan ayam berikutnya. DOC yang terserang penyakit sejak awal, tidak akan mampu berproduksi optimal dan hal ini tentu akan sangat merugikan peternak. Oleh karena itu, segera terapkan manajemen pre chick in dan chick in dengan baik dan benar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

SISTEM PERKANDANGAN YANG BAIK
Saat ini, kondisi lingkungan peternakan banyak mengalami perubahan. Mulai dari kondisi suhu yang semakin meningkat disebabkan efek global warming (pemanasan global), sampai semakin jenuhnya kondisi lingkungan peternakan. Perubahan ini tentu akan memberikan dampak terhadap performan ayam yang kita pelihara.

Penurunan produksi telur maupun heat stress (stres panas) menjadi manifestasi respon ayam terhadap perubahan tersebut. Beberapa langkah pencegahan dan pengendalian dilakukan untuk meminimalkan efek ini. Salah satu yang akan dibahas kali ini ialah sistem dan manajemen perkandangan yang baik.

KANDANG YANG NYAMAN
Kandang dikatakan nyaman jika ayam betah tinggal di dalamnya sehingga dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal. Ada beberapa parameter yang menunjukkan kenyamanan kandang ini, diantaranya ialah :

    SUHU DAN KELEMBAPAN
Suhu dan kelembaban yang nyaman untuk ayam dewasa ialah 25-28°C dan 60-70%. Namun saat masa brooding (indukan), suhu yang nyaman untuk anak ayam berkisar 33-29°C (berkurang secara periodik sejalan dengan bertambahnya umur). Ayam akan langsung memberikan respon saat suhu melebihi zona nyaman (comfort zone) diantaranya dengan membuka sayap, mencari tempat dingin dan panting (megap-megap).
http://4.bp.blogspot.com/-YG1fowaxxvI/UFsbtZJMDII/AAAAAAAAAHc/NvUjTqFiayk/s400/sup2_ayam+panting.jpg
SIRKULASI UDARA 
Sistem ventilasi udara yang baik akan menjaga kualitas udara tetap optimal bagi ayam. Udara kotor yang bercampur dengan amonia dan CO2 akan bisa terbuang keluar kandang digantikan dengan oksigen. Pengaturan buka tutup tirai, lebar dan tinggi lantai maupun jarak antar kandang sangat berpengaruh terhadap sistem ventilasi udara.


    KEPADATAN
Standar kepadatan ayam yang ideal adalah 15 kg/m2 atau setara dengan 6-8 ekor ayam pedaging dan 12-14 ekor ayam petelur grower (pullet) per m2 nya. Kepadatan yang berlebih akan menyebabkan pertumbuhan ayam terhambat (kerdil) karena terjadi persaingan untuk mendapatkan ransum, air minum maupun oksigen.

    KETERSEDIAAN RANSUM DAN AIR MINUM 
Ransum dan air minum menjadi kebutuhan utama bagi ayam untuk bisa tumbuh dan berkembang. Keduanya harus tersedia dalam jumlah dan kualitas yang sesuai dengan kebutuhan.

    KEBERSIHAN
Kandang yang bersih akan meminimalkan tantangan bibit penyakit. Seketat apapun program vaksinasi dan pengobatan yang dijalankan namun jika tidak diimbangi dengan kegiatan pembersihan dan desinfeksi kandang, maka kemungkinan untuk terjadi outbreak penyakit semakin besar. Setidaknya lakukan pembersihan tempat ransum dan air minum setiap hari, serta penyemprotan desinfektan setiap 3-4 hari sekali.

LAYOUT DAN STRUKTUR KANDANG 
http://2.bp.blogspot.com/-IneKeTbdZGQ/UFsctYPyObI/AAAAAAAAAHk/Ao3VC8Pu3Jc/s400/sup2_gambaran+umum.jpg
  Lokasi peternakan yang ideal biasanya jauh dari lokasi pemukiman penduduk, namun memiliki akses transportasi yang lancar. Jarak antar peternakan juga perlu diperhatikan, minimal 1 km. Idealnya kandang sebaiknya membujur ke arah Barat – Timur sehingga intensitas sinar matahari tidak berlebih. Topografi lahan juga perlu diperhatikan sehingga bisa mendukung sistem sirkulasi udara. Ketersediaan sumber air menjadi hal vital yang perlu diperhatikan, terlebih lagi air menjadi kebutuhan utama bagi ayam serta menjadi sarana untuk pembersihan dan desinfeksi kandang.

Lalu lintas personal, kendaraan maupun hewan liar hendaknya dikendalikan, diantaranya dengan penambahan pagar di sekeliling peternakan, serta penggunaan kawat ram pada bagian dinding kandang.

Kondisi kenaikan suhu akibat global warming yang saat ini terjadi, sedikit banyak berpengaruh terhadap struktur kandang. Pemilihan bahan atap yang tepat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi suhu panas di dalam kandang. Penggunaan atap dari bahan seng di daerah bersuhu tinggi tentu akan mengakibatkan heat stress yang dasyat pada ayam.

Ketinggian lantai kandang dengan tanah sebaiknya 1,25 – 1,75 m. Hal ini untuk membantu sirkulasi udara dan meminimalkan pengaruh amonia dari kotoran. Kualitas karkas juga meningkat dengan penggunaan kandang slat ini karena kotoran jatuh ke bawah dan tidak dijadikan alas tidur bagi ayam.

Lebar kandang yang ideal adalah 7 m. Lebar kandang yang cukup akan membantu aliran udara dari dalam kandang keluar dan sebaliknya. Jika terlalu lebar, perlu sekiranya di dalam kandang ditambahkan kipas maupun struktur atap menggunakan monitor.

Jarak antar kandang sebaiknya minimal 1 x lebar kandang. Dan diantara kandang ini sebaiknya diminimalkan adanya tanaman yang bisa menghambat proses sirkulasi udara.

Dan saat ini perkembangan teknologi perkandangan perunggasan begitu pesat. Telah banyak ditemukan di lapangan, kandang ayam dibuat sedemikian bagusnya dengan fasilitas peralatan yang lengkap dan modern. Kandang dibangun dengan sistem ventilasi yang diatur sedemikian rupa sehingga suhu dan kelembaban di dalam kandang tidak terpengaruh kondisi lingkungan. Sistem kandang ini disebut closed house (kandang sistem tertutup). Dalam kandang ini pun ransum dan air minum dapat didistribusikan secara otomatis. Untuk mengetahui dan memahami sistem kandang closed house ini secara detail bisa langsung menghubungi tenaga lapangan (Technical Sales Representatif) Medion yang tersebar di seluruh Indonesia.
http://2.bp.blogspot.com/-AvJrM-guKno/UFsdv1q78DI/AAAAAAAAAHs/fiCutBX5ROw/s400/sup2_kandang+close+house.jpg
MANAJEMEN PERKANDANGAN

Layout dan struktur kandang yang sebaik dan se-modern apapun, jika tidak ditangani dengan manajemen yang baik, maka bukan suatu keniscayaan ayam tidak nyaman tinggal di dalamnya. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait dengan manajemen perkandangan :

    PERSIAPAN KANDANG YANG OPTIMAL

Setelah panen atau afkir, kandang sesegera mungkin dibersihkan dan didesinfeksi. Hal ini untuk menekan berkembangnya bibit penyakit dan mengoptimalkan masa istirahat kandang. Harapannya saat masuk ayam yang baru, tantangan bibit penyakit lebih rendah. Untuk desinfeksi kandang ini bisa menggunakan Formades atau Sporades. Sedangkan untuk peralatan bisa digunakan Medisep. Untuk paralon air minum hendaknya dilakukan pembersihan fisik atau dengan flushing menggunakan asam sitrat atau H2O2.

    MODIFIKASI KANDANG SESUAI KONDISI AYAM DAN LINGKUNGAN

Tidak ada “harga mati” untuk layout dan struktur kandang. Semuanya dipengaruhi dari kondisi lingkungan peternakan, meliputi suhu dan kelembaban (terendah, tertinggi, maupun fluktuatifnya), jarak antar peternakan, tekstur dan topografi tanah maupun kemampuan finansial peternak. Semua harus dipertimbangkan sesuai dengan kondisi terbaik di masing-masing peternakan.

Salah satu contohnya ialah pengaturan buka tutup tirai yang seharusnya disesuaikan dengan kondisi ayam. Jika ayam bergerombol di sisi kandang dimana tirai belum dibuka, diindikasikan bahwa ada sinar matahari yang masuk atau ada angin kencang.

    SEGERA PERBAIKI BAGIAN KANDANG YANG RUSAK

Atap yang bocor dan lantai panggung yang patah menjadi hal yang sering dijumpai. Saat menemukan kondisi ini hendaknya segera lakukan perbaikan agar tidak mengganggu kenyamanan ayam.

    PEMBERSIHAN DAN DESINFEKSI KANDANG SECARA RUTIN


Kandang hendaknya dibersihkan dan didesinfeksi secara rutin. Pembersihan ini tidak hanya dibagian dalam kandang, tetapi termasuk luar kandang yang meliputi selokan (bersih, lancar, air tidak menggenang), semak-semak, dan dilakukan penyemprotan desinfektan (Sporades, Medisep) secara rutin (minimal 1 x seminggu).

Kandang adalah tempat tinggal ayam dalam melakukan semua aktivitasnya. Mulai dengan makan, minum dan tentu saja tumbuh maupun menghasilkan telur. Perlu sekiranya diperhatikan kenyamanan kandang sehingga mampu mendukung tercapainya performan ayam yang optimal. Salam.

Info ini di ambil dari ASGINDO FARM sebagai mitra terbesar

kami dan Medion sebagai produsen besar obat-obatan ayam ternak edisi July 2012





BROODER IBARAT IBU BAGI ANAKNYA

Ibarat bayi yang senantiasa memerlukan kasih sayang dan kehangatan dekapan seorang ibu, itulah kondisi yang dialami anak ayam. Saat masa brooding atau di awal pemeliharaannya, anak ayam juga memerlukan perhatian lebih dari peternak. Terutama menjelang musim penghujan seperti saat ini. Musim dimana curah hujan sangat tinggi dan kadang diikuti dengan angin kencang, yang mengakibatkan terjadi penurunan suhu udara dan peningkatan kelembaban udara. Sebagai peternak kita harus ingat, efek musim hujan tersebut dapat berdampak pada ayam. Tanpa persiapan dan penanganan yang optimal, pertumbuhan ayam dapat terganggu. Lantas sudah siapkah Anda menghadapinya?

PENTINGNYA BROODER
Kita ketahui bersama, kondisi cuaca sangat berpengaruh terhadap kenyamanan ternak dalam beraktivitas di kandang. Sistem thermoregulatory (pengatur suhu tubuh) ayam baru optimal saat ayam berumur 2 minggu, sehingga anak ayam belum mampu mengatur suhu tubuhnya. Akibatnya ketika terjadi penurunan suhu, ayam dapat mengalami stres yang menyebabkan terjadinya gangguan metabolisme tubuh seperti penyerapan kuning telur terhambat sehingga pertumbuhan ayam menjadi terganggu. Atau bisa juga terjadi gangguan fisiologis seperti lazy leucocytes syndrome (gangguan fisiologis dimana sel darah putih tidak memberikan respon yang optimal terhadap bibit penyakit yang menginfeksi ke dalam tubuh) yang berakibat ayam mudah sakit.

Anak ayam komersial sendiri dapat diibaratkan sebagai anak yatim piatu, karena pemeliharaannya lepas induk sehingga mau tidak mau kita harus memberikan brooder sebagai pengganti induk. Brooder diperlukan agar anak ayam tetap mendapat kehangatan, serta lingkungan yang nyaman untuk tinggal dan berkembang biak. Apalagi dengan sifat genetik ayam yang lebih peka terhadap kondisi lingkungan dan mudah stres, maka kecukupan brooder menjadi satu hal yang wajib untuk disediakan. Pertumbuhan ayam tidak seragam akibat tidak tercukupinya pemanas tambahan.
http://4.bp.blogspot.com/-8CtMWNjLbF8/UFtXkeDFPnI/AAAAAAAAAJ0/nwxfu3E1POc/s400/kutuk1.jpg
Pertumbuhan ayam tidak seragam akibat tidak tercukupinya pemanas tambahan    
Pada periode brooding sendiri, anak ayam akan memilih suhu yang nyaman sesuai kebutuhannya. Suhu yang nyaman ini dapat dipenuhi dari pemakaian pemanas. Pemanas biasanya digunakan hingga anak ayam berumur 2 minggu. Namun hal ini bukanlah sebuah standar yang mutlak karena penggunaan pemanas dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca di farm. Contohnya pada musim hujan, pemanas dapat digunakan lebih lama (hingga umur 3 minggu).
Menyadari pentingnya pamanas tersebut, maka kecukupan, kestabilan, dan kemudahan pengaturan suhu pemanas sangat penting untuk dipenuhi. Jika pemanas yang digunakan tidak bagus atau suhu tidak mencukupi untuk tumbuh-kembang anak ayam, maka bersiap-siaplah dengan hasil produksi yang tidak optimal.
Brooder untuk Anak Ayam
Dalam pemeliharaan ayam banyak dikenal jenis pemanas tambahan dari yang tradisional hingga modern. Dilihat dari bahan bakar yang digunakan, dikenal 4 jenis pemanas, yaitu:

1.  Pemanas gas/Gasolek/lamp
Berbahan bakar gas LPG, dengan desain yang modern, pemanas ini dirancang agar mudah digunakan. Hanya saja karena harganya relatif agak mahal, kadang peternak penuh pertimbangan saat akan menggunakan pemanas jenis ini. Padahal banyak keunggulan yang bisa diperoleh, diantaranya panas yang dihasilkan cukup, stabil, terfokus, tidak menimbulkan polusi suara maupun udara (asap).
2.  Pemanas batu bara
Batu bara dikenal juga sebagai bahan bakar altenatif non minyak. Saat ini banyak peternak yang sudah memanfaatkannya sebagai pemanas tambahan pada ayam. Harga batu bara yang murah serta tungku atau alat pembakar yang sederhana, menjadikan investasi pengadaan pemanas ini murah.
 Pemakaian pemanas batu bara dapat menimbulkan asap
Namun pemakaiannya bukan tanpa kelemahan. Saat digunakan, panas yang dihasilkan cukup namun tidak stabil/sulit diatur, serta diperlukan tungku dalam jumlah yang lebih banyak. Ketika pertama kali dinyalakan juga akan timbul asap yang dapat menganggu pernapasan ayam (bisa menjadi faktor pemicu penyakit pernapasan). Selain itu jika sudah selesai digunakan tapi bahan bakar masih banyak, maka sisa batu bara tersebut akan terbuang sia-sia.
3.  Semawar
Pemanas ini relatif sederhana karena hanya memanfaatkan kompor/tungku seperti yang digunakan oleh penjual mie ayam keliling, yang dimodifikasi dengan diberi payung berbentuk bulat. Bahan bakar yang biasanya digunakan adalah minyak tanah. Namun dengan adanya pembatasan subsidi dan makin langkanya minyak tanah, saat ini bahan bakar tersebut diganti dengan gas LPG.
Dari segi biaya pengadaan peralatan, semawar gas LPG relatif lebih murah dibanding pemanas gas modern. Namun kelemahan pemanas ini adalah terjadinya nyala api yang sangat riskan menyebabkan kebakaran. Selain itu tudung/payung yang digunakan sebagai pemfokus panas mudah rusak, sehingga akan menyebabkan ada panas yang terbuang percuma, pemborosan penggunaan gas dan penggantian peralatan pemanas yang lebih sering.
4.  Pemanas kayu bakar
Pemanas ini masih sangat tradisional, karena hanya memanfaatkan drum bekas kemudian diisi dengan kayu bakar, sekam padi atau sekam sisa pengergajian kayu yang kemudian dibakar. Biaya pengadaannya paling murah dibandingkan dengan ketiga pemanas sebelumnya, namun saat digunakan paling tidak efektif.
Selain karena menimbulkan asap sepanjang pemakaian, yang berbahaya bagi kesehatan ayam dan riskan terhadap gangguan saluran pernapasan. Suhu yang dihasilkan juga sulit dikontrol dan difokuskan. Hal ini bisa berakibat pertumbuhan ayam menjadi tidak merata karena lingkungan yang tidak nyaman dan ayam tidak dapat beraktivitas dengan baik.

Brooder dari Medion Atau produk lain

Dari uraian jenis-jenis pemanas di atas, pemanas berbahan gas paling efektif dan aman digunakan dalam pemeliharaan ayam. Meski investasi awal mahal namun dibandingkan keunggulan dan manfaat yang diberikan, kenapa harus berpikir dua kali untuk menggunakannya. Salah satu contoh pemanas gas adalah Indukan Gas Medion (IGM). Medion selaku produsen IGM telah mendesain dan memproduksi IGM dengan bahan-bahan pilihan sehingga awet dan tahan lama untuk digunakan.
Jaminan purna jual seumur hidup bagi pemakai IGM, menjadi keunggulan lebih dibandingkan dengan pemanas sejenis. Konsumsi gasnya juga paling hemat. Dari trial bagian Research & Development (R&D) Poultry Equipment Medion, dibandingkan pemanas gas sejenis, IGM lebih hemat hingga 6.300 gram gas/unit IGM (lihat tabel 1). Selain itu dari tabel 2 juga diperoleh informasi bahwa pemakaian IGM menghemat hingga 100 ribu rupiah tiap periode pemeliharaannya (asumsi harga gas LPG ukuran 3 kg adalah Rp 15.000/tabung).
http://3.bp.blogspot.com/-ItcLbgd1cwI/UFtblHV1gjI/AAAAAAAAAKE/cIfSWmN_nng/s400/Sup_Feb2012_Tbl1.jpg 
Jumlah brooder/pemanas yang dipakai = 8 unit
Pemakaian per 1 periode = (7 hari x 24 jam) + (7 hari x 12 jam) = 252 jam
http://4.bp.blogspot.com/-D26i482rgow/UFtdnHhLpSI/AAAAAAAAAKM/YC_SEr0mL8E/s400/Sup_Feb2012_Tbl2.jpg
      
Keberhasilan masa brooding akan mengoptimalkan potensi genetik anak ayam. Kecukupan pemanas tambahan menjadi poin penting pada masa brooding. Sekarang menjadi tugas Anda untuk memilih pemanas yang tepat demi tercapainya performa ayam tersebut. Sudah siapkah Anda dengan hal tersebut ?






Faktor Penyebab Kematian DOC

Posted by doc ayam kampung on 14/04/2011

DOC adalah istilah untuk penyebutan ayam yang baru berumur 1-7 hari. Kematian (mortalitas) DOC banyak terjadi pada umur ini sampai umur ayam sekitar satu bulan.

http://www.ayamkampungku.com/wp-content/uploads/2011/04/doc.jpgTingkat mortalitas yang terbaik adalah 0% tapi ini mustahil. Akan tetapi dengan manajemen yang baik (pakan dan lingkungan) tidak menutup kemungkinan angka yang diperoleh akan mendekati 0%. Berikut kami uraikan beberapa penyebab kematian DOC dan upaya mengatasinya:
1. Dehidrasi
Terjadi karena pengangkutan dan ketika di dalam mesin tetas. Jarak pengangkutan yang terlalu jauh dapat menyebabkan DOC mengalami dehidrasi. Penyebab dehidrasi lainnya adalah tata laksana penetasan yang kurang baik seperti suhu mesin tetas yang terlalu tinggi dengan tingkat kelembaban yang rendah.
Cara mengatasi :
§  Memilih produsen DOC yang terdekat.
§  Memilih jasa pengiriman barang yang nyaman dan aman bagi ternak.
§  Memperhatikan kepadatan pada waktu pengiriman.
§  Memperhatikan tata laksana penetasan seperti suhu dan kelembaban.
§  Memilih dan memperhatikan umur telur tetas.
§  Penanganan yang tepat ketika DOC datang.
§  Memberikan sayuran (kecambah) waktu pengiriman.
§  Mengirim DOC yang hanya berumur satu hari (baru menetas).
2. Kesalahan dalam program vaksinasi
Kesalahan dalam pemilihan vaksin dan juga waktu pelaksanaan vaksinasi dapat memberikan efek negatif terhadap DOC. Waktu pemberian vaksin pada umur DOC berbeda-beda di tingkat peternak. Ada yang memberikannya pada umur 1-2 hari dan ada juga yang memberikan pada umur 3-4 hari untuk kali pertamnya. Vaksin yang diberikan untuk kali pertama hendaknya vaksin yang inaktif bukan yang aktif apalagi bertipe ganas. Akibat yang timbul dari kesalahan vaksinasi adalah tidak mau makan, minum dan daya kekebalan tubuh menurun dan tak jarang akan timbul penyakit yang lebih ganas.
Cara mengatasi :
§  Memilih jenis vaksin yang tepat.
§  Memilih waktu pelaksanaan vaksinasi yang tepat.
§  Ingat, hanya ayam yang sehat yang boleh divaksin
3. Kesalahan pengaturan alat pemanas (brooder)
Alat pemanas berfungsi untuk membantu anak ayam untuk mengatur suhu tubuhnya. Sehingga keberadaan alat pemanas untuk DOC mutlak diperlukan. Pada periode kritis alat pemanas harus senantiasa dijaga fungsinya sehingga mampu mempertahankan suhu yang diinginkan. Pengaturan jarak antara alat pemanas dengan litter juga perlu mendapat perhatian. Coba perhatikan penyebaran anak ayam di bawah alat pemanas, apabila menyebar merata berarti suhu sudah ideal tapi kalau anak ayam menjauhi alat pemanas atau menggerombol di bawah alat pemanas maka suhu alat pemanas masih belum ideal.
Cara mengatasi :
§  Memilih alat pemanas yang aman, murah dan mudah pengoperasiannya.
§  Memperhatikan pengaturan jarak antara alat pemanas dengan litter.
§  Mengontrol suhu pemanas dengan teratur.
§  Perlu persiapan pemanas cadangan untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan.
4. Kesalahan transporatasi
Kesalahan pada waktu pengangkutan atau transportasi antara lain : karena kondisi jalan yang tidak mulus sehingga kadang terjadi guncangan keras, mengangkut DOC ketika terik matahari menyengat tanpa perlindungan, dan juga kepadatan tempat pengangkutan kurang diperhatikan (box). Tapi kalau jarak produsen DOC dengan tempat pembeli tidak terlalu jauh maka hal itu tidak memberi pengaruh yang berarti.
Cara mengatasi :
§  Memilih produsen DOC yang terdekat.
§  Memilih jasa pengiriman barang yang nyaman dan aman bagi ternak.
§  Memperhatikan kepadatan.
§  Memberikan sayuran (kecambah dan lainnya) waktu pengiriman.
5. Terjadinya infeksi
Sanitasi lingkungan kandang yang kurang baik dapat menyebabkan tumbuh suburnya mikroorganisme penyebab penyakit tertentu. Apabila anak ayam terinfeksi maka bisa menyebabkan system kekebalan tubuh ayam menurun. Akibatnya ayam akan menunjukkan gejala penyakit secara umum seperti demam, lesu, tidak mau makan dan minum. Anak ayam yang sudah terinfeksi akan memilih berdiam diri di bawah alat pemanas untuk menghangatkan tubunya. Karena terlalu lamanya anak ayam tersebut berada di bawah alat pemanas menyebabkan dehidrasi dan tak jarang berujung pada kematian.
Cara mengatasi :
§  Menjaga sanitasi lingkungan kandang baik peralatan kandang dan juga manusianya.
§  Mengusahkan agar ada sinar matahari yang masuk ke dalam kandang.
§  Mengisolasi unggas yang sakit agar wabah tidak menyerang.
§  Memelihara DOC yang seragam baik strain nya ataupun umurnya.
Nah, dengan mengetahui beberapa penyebab kematian pada DOC maka kita perlu meminimalkan aspek tersebut untuk mencapai usaha yang berhasil. Sekali lagi belajar pada pengalaman adalah tetap yang terbaik dan semoga wawasan kita semakin bertambah. Semoga bermanfaat
























1 komentar:

  1. keren nih post nya pak ,,trimakasih saya dapat banyak ilmu dari bapak .. salam sukses pengusaha muda,,

    BalasHapus